Ketua Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Tabanan Drs. I Wayan Madra Suartana, M.Si.
Ketua Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Tabanan Drs. I Wayan Madra Suartana, M.Si.

TABANAN, balipuspanews.com – Akibat dampak pandemi covid-19, banyak kemudian aktifitas kehidupan manusia menjadi berubah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Salah satu sistem belajar mengajar yang menggunakan cara online.

Sistem belajar dengan cara online ini juga tentu ada beragam kendala. Salah satunya belum mahirnya tenaga pendidik atau guru dalam berteknologi, khususnya dalam menggunakan hp android.

Di Tabanan sendiri Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan menemukan banyak guru yang belum mahir berteknologi khususnya berkomunikasi dengan memanfaatkan hp android. Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Tabanan Drs. I Wayan Madra Suartana, M.Si., belum lama ini.

Tokoh dunia pendidikan Tabanan ini menjelaskan, ada kondisi yang sangat dilematis yang terjadi dalam dunia pendidikan saat ini akibat dari pandemi covid-19. Yakni adanya peluang menurunnya mutu dan kwalitas pendidikan akibat sistem belajar yang minim bahkan bisa disebut tanpa tatap muka langsung antara siswa dengan guru.

Memang sebutnya, proses pembelajaran bagi siswa tetap berlangsung namun dengan cara memanfaatkan teknologi melalui hp android atau sistem belajar online (daring). Namun hal tersebut dilihatnya banyak kendala, termasuk kendala pada guru. Khususnya dengan banyaknya ditemukan guru yang belum mahir berkomunikasi atau memanfaatkan hp android.

“Bagaimana bisa mengatakan mutu dan kwalitas pendidikan bisa baik kalau dalam proses pembelajaran online masih ada banyak guru yang belum mahir berteknologi, terutama guru-guru yang menjelang pensiun. Patut diakui kalau sistem pembelajaran dengan tatap muka langsung banyak diantara guru yang belum mahir menggunakan teknologi tersebut cara mengajarnya bagus dan mudah dipahami siswa,” sebutnya.

Sementara kendala pada siswa dalam pembelajaran sistem daring ini imbuhnya adalah banyaknya siswa yang belum memiliki hp android. Selain juga terkendala gangguan jaringan atau sinyal dan beberapa kendala lainnya.

Kembali pada terjaminnya mutu dan kwalitas pendidikan ditengah pandemi covid-19 ini, Madra Suartana secara tegas mengatakan sistem pembelajaran daring belum bisa dikatakan mampu menjawab. Mengingat, sistem pembelajaran daring ini sendiri perlu diperhatikan dan dievaluasi karena belum ada standar pastinya.

“Mari kita jujur bahwa hingga saat ini sistem pembelajaran daring belum ada standar pasti. Ini harus segera dibahas oleh berbagai pihak terkait,” tegasnya.

Terkait dengan itu, Madra Suartana berharap dewan melalui komisi IV mengundang dan mengajak berbagai komponen untuk duduk bersama membahas kondisi dan situasi dunia pendidikan di Tabanan, khususnya terkait dengan sistem pembelajaran online dan sistem pembelajaran dalam pandemi covid-19 ini.

Sehingga mutu dan kualitas pendidikan di bumi lumbung beras ini bisa terjaga dan mampu menghasilkan generasi yang cerdas dan berkualitas.

“Saya sangat yakin pemerintah di Tabanan termasuk juga pihak legislatif tengah berupaya untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas meskipun ditengah pandemi ini. Untuk itu perlu kiranya berbagai pihak sering duduk bersama untuk mencari solusi agar kualitas pendidikan di Tabanan tetap terjaga,” tutupnya.

Penulis : Ngurah Arthadana

Editor : Oka Suryawan

Facebook Comments