Ketua DPD Perjuangan Bali, Wayan Koster
Ketua DPD Perjuangan Bali, Wayan Koster

DENPASAR, balipuspanews.com – DPD dan 9 DPC PDI Perjuangan se Bali, melaporkan ada 10 berita ke Polda dan Polres se Bali, yaitu laporan pembakaran bendera PDI Perjuangan, pelecehan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, dan agenda menurunkan Presiden Jokowi yang dipilih rakyat secara demokratis melalui Pemilu tahun 2019.

“PDI Perjuangan tidak akan pernah menyerah melawan siapapun yang merobek robek kehormatan dan simbol Partai,” kata Ketua DPD Perjuangan Bali, Wayan Koster.

Seperti diketahui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan adalah Partai yang sah dan dibangun melalui sejarah panjang serta berakar kuat pada sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, melalui Partai Nasional Indonesia yang didirikan oleh Bung Karno pada tanggal 4 Juli 1927.

PDI Perjuangan juga memiliki sejarah panjang di dalam memperjuangkan hak demokrasi rakyat, meskipun membawa konsekuensi diintervensi, dipecah belah, dan puncaknya penyerangan kantor.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bali IGN Alit Kusuma Kelakan.

Menurutny Partai pada tanggal 27 Juli 1996. Meskipun demikian dalam perjalanannya, PDI Perjuangan tetap dan selalu akan menempuh jalan hukum.

PDI Perjuangan akan terus mengobarkan elan perjuangan bagi dedikasi Partai untuk Rakyat, Bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh karena ini ditegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah memilik keinginan untuk memecah belah bangsa, sebab kita adalah pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan bangsa.

PDI Perjuangan sangat menyesalkan aksi provokasi yang dilakukan dengan membakar bendera Partai.

“PDI Perjuangan ini Partai Militan, kami punya kekuatan grass-roots, di Bali kami memiliki 1.309.016 pemilih (55,07%) dan kekuatan ini kami dedikasikan sepenuhnya bagi kepentingan bangsa dan negara. Meskipun ada pihak yang sengaja memancing di air keruh, termasuk aksi provokasi dengan membakar bendera Partai, kami percaya rakyat tidak akan mudah terprovokasi,” katanya.

Seluruh kekuatan Partai baik di pusat maupun daerah saat ini fokus pada upaya membantu rakyat di dalam melawan Pandemi Covid-19.

“Presiden, wapres dan seluruh jajaran kabinet didukung oleh seluruh kader PDI Perjuangan yang antara lain terdiri dari 128 anggota DPR RI, 18 Ketua DPRD, 416 anggota DPRD Provinsi, 3232 anggota DPRD Kab kota dan 237 kepala daerah dan wakil kepala daerah serta 1,43 juta pengurus Partai, menyatu dengan rakyat, memerangi Covid-19 dengan seluruh dampaknya secara sosial dan ekonomi.” Itulah skala prioritas kita bersama.

Karena itulah, bagi mereka yang telah membakar bendera Partai, Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri telah memberi perintah tegas untuk merapatkan barisan dan menempuh jalan hukum, memperkuat persatuan dengan rakyat, karena rakyatlah cakrawati Partai.

“Jalan hukum inilah yang dilakukan oleh PDI pada tahun 1996, ketika pemerintahan yang otoriter mematikan demokrasi, ” jelasnya.

Sebelumnya, menindaklanjuti Perintah Ketua Umum PDI Perjuangan, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali beserta DPC PDI Perjuangan Kabupaten/Kota se-Bali akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan pembakar bendera Partai ke Polda Bali dan Polres Kabupaten/Kota se-Bali secara serentak pada hari Senin, 29 Juni 2020 pukul 10.00 Wita.

Penulis/Editor : Artayasa