Selasa, Juli 16, 2024
BerandaNasionalJakartaDPR RI Tegaskan Jangan Pernah Ada Kompromi dengan Israel

DPR RI Tegaskan Jangan Pernah Ada Kompromi dengan Israel

JAKARTA, balipuspanews.com – Wakil Ketua BKSAP DPR RI mengingatkan kunci penting dari peran Indonesia dalam memainkan isu Palestina adalah jangan sekali-kali melakukan kompromi dengan Israel.

Selain itu, sebagai bangsa besar, Indonesia juga memiliki peran penting terhadap antara lain memiliki jumlah penduduk yang besar sehingga memiliki pasar yang besar pula dalam penyebaran produk Israel, sumber daya alam (SDA) yang besar, dan letak geografis yang strategis.

“Yang mungkin bisa dilakukan dari kekuatan ekonomi. Jangan sekali-kali kompromi, kita buka hubungan diplomatik dengan Israel. Jangan buka hubungan diplomatik, karena itu satu-satunya kartu trup yang kita punya. Bisa hilang, kalau kita berikan. Kita bisa nggak punya kartu trup lagi,” ucap Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Sukamta dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema ‘Aksi Demo Bela Palestina Menyebar Keseluruh Dunia ! Peran Penting Indonesia Dinanti’ di Gedung DPR RI, Senayan, Kamis (13/6/2024).

Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) ini mengatakan bahwa serangan Israel ke kamp pengungsi di Rafah, Palestina bukan sekadar memburu kelompok militan Hamas. Menurutnya, serangan itu memang didesain untuk menghabisi negara Palestina dengan menghancurkan seluruh sarana kehidupan, infrastruktur, jalan-jalan, dan pemerintahan.

BACA :  Catat !! Polres Buleleng Laksanakan Operasi Patuh Agung Selama 14 Hari

“Dulu awalnya saya menduga ini hanya akan membebaskan sandera dan melumpuhkan Hamas, tapi kemudian ternyata melumpuhkan Hamas itu tidak bisa ketika masih ada warga negara Palestina di situ,” ujarnya.

Selain itu ia meyakini Israel telah memulai langkah genosida yang terang-terangan merupakan pelanggaran berat hak azasi manusia.

“Saya makin yakin bahwa yang mereka ingin lakukan itu genosida. Bantuan dimusnahkan dan orang dibuat lapar, yang sakit enggak bisa diobati dan Palestina tidak bisa dihuni lagi,” tegas Sukamta.

Pengamat hubungan internasional, Hikmahanto Juwana mengatakan komitmen Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian dan membangun rumah sakit di Gaza merupakan langkah nyata dalam membantu rakyat Palestina yang tengah dilanda konflik dengan Israel.

Menurutnya, pernyataan Prabowo Subianto yang kini menjabat Menteri Pertahanan itu merupakan tawaran Indonesia yang menjadi salah satu bahan diskusi dalam KTT di Yordania dalam misi perdamaian Palestina.

“Apa yang disampaikan oleh Menhan Prabowo adalah dalam rangka mewujudkan Koalisi Kemanusiaan atau Coalition of Humanity dan dapat menjadi tawaran Indonesia bagi negara-negara yang hadir di KTT Yordania,” kata Hikmahanto.

BACA :  Bangga !! Dua Guru Asal Buleleng Raih Penghargaan Nasional

Menurutnya, keberanian Indonesia ini akan dilihat oleh negara-negara lain dan merupakan aksi konkret yang akan membuat Amerika Serikat akan gentar dan membuat Israel juga akan khawatir. Dia berharap kekhawatiran itu akan bisa menghentikan apa yang dilakukan oleh Israel di mana Perserikatan Bangsa Bangsa seolah-olah tidak berkutik.

Guru Besar Ilmu Hukum Internasional ini mengatakan koalisi kemanusiaan ini mirip dengan Coalition of the Willing yang dibentuk pada tahun 2003, saat Amerika Serikat hendak menginvasi Irak. Misi kemanusiaan ini bisa dilakukan kembali, mengingat banyak negara mendukung Palestina, meskipun belum ada tindakan konkret untuk mendamaikan Israel dan Palestina.

“Saat ini banyak negara-negara yang sudah mengecam tindakan Israel yang tidak hanya negara yang berpenduduk mayoritas Islam tetapi juga negara-negara Eropa bahkan masyarakat seperti mahasiswa di universitas ternama di AS,” kata Hikmahanto.

Praktisi Media Jhon Andi Oktaveri menyoroti paradigma menyikapi beberapa peristiwa penting, terutama media sosial dalam mendukung Palestina terutama untuk Raffah. Sehingga muncul istilah all ice on Raffah, semua mata terjun kepada Rafah.

BACA :  Foto Menunjukkan Peluru Hanya Beberapa Inci dari Wajah Donald Trump

“Ada fenomena menarik karena media sosial yang berkembang ini langsung mengirimkan gambar dan kejadian-kejadian di lapangan baik di Raffah, di seputaran Gaza itu enggak bisa ditutup-tutupi. Sehingga muncul solidaritas internasional yang membentuk gerakan kemanusiaan,” ucap Jhon.

Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular