DPRD Bangli Minta Kenaikan Tarif Retribusi ke Tempat Rekreasi Ditunda

Suamba Adnyana sekretaris komisi I DPRD Bangli
Suamba Adnyana sekretaris komisi I DPRD Bangli

BANGLI, balipuspanews.com- Desakan pelaku pariwisata Bangli agar Pemkab Bangli menunda pemberlakuan Perbub Bangli, nomor 37 tahun 2019 tentang kenaikan tarif retribusi tempat rekreasi mendapat dukungan dari DPRD Bangli.

Sekretaris komisi I DPRD Bangli, Dewa Suamba Adnyana menyebutkan, seharusnya sebelum dinaikan harus ada kajian yang matang. Ditanya kalau Perbub tersebut sudah jalan, politikus PDIP asal Abuan, Susut itu mengaku menyesalkan.

“ Ini yang kita sesalkan. Kita akan segera berkoordinasi dengan bupati,” kata Suamba Adnyana.

Sebagai dewan, kata Suamba, pihaknya bisa memahami tujuan eksekutif menaikan tarif retribusi di tempat rekreasi adalah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Bangli. Hanya saja, untuk meningkatkan PAD bukan berarti dengan menaikan tarif retribusi di tempat rekreasi.

Politikus moncong putih yang mendapatkan suara signifikan dalam Pileg 2019 itu menegaskan, salah satu cara cerdas menaikan PAD misalnya dengan promosi pariwisata.

“ Bagaimana pariwisata bisa lebih mendunia. Kalau banyak turis yang datang ke Bangli, retribusi akan banyak masuk dan PAD otomatis meningkat,” kata Suamba yang juga pelaku pariwisata itu.

Menurutnya, pihaknya akan menggelar rapat di dewan untuk membahas masalah tersebut. Bahkan, pihaknya secepatnya berharap bisa membahas dengan bupati agar mendapatkan titik temu.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku pariwisata yang tergabung dalam PHRI, ASITA dan HPI sudah menyurati bupati Bangli agar kenaikan tarif retribusi ke tempat rekreasi ditunda.

Bahkan, pelaku pariwisata Bangli itu sampai “ ngelurug” kantor DPRD Bangli,Senin (2/3/2020) agar kenaikan dipertimbangkan karena kunjungan wisata saat ini sangat sepi akibat dampak virus corona. ( bas)