Drama Kasih Presiden Prancis Emmanuel Macron

- Advertisement -
- Advertisement -

Internasional, balipuspanews.com – Di usianya yang masih terhitung muda, yakni 39 tahun, Emmanuel Macron akan memulai babak perjuangan baru sebagai presiden bersama Trogneux, perempuan 64 tahun pilihan hati sekaligus hidupnya.

Tidak hanya terpilihnya Emmanuel Macron sebagai presiden baru sekaligus termuda Perancis yang disorot media dan dunia. Sejak masa pencalonan, kisah asmaranya juga sudah banyak dikulik dan menarik massa. Ada yang menyanjung sebab dianggap romantis seperti drama, ada pula yang justru tak rela. Seperti apa potret asmara dan kisah sebenarnya?

Pandangan Pertama Saat SMA

Pilihan untuk belajar di sebuah private high school di daerah utara Prancis rupanya membuka jalan bagi Macron untuk bertemu dengan belahan jiwa yang kelak di kemudian hari menjadi teman hidup bersama. Namun, jangan salah!

Di usianya yang saat itu baru 15 tahun, hatinya ternyata bukan jatuh pada teman perempuan yang seusia dengannya, melainkan dengan guru bahasa Prancis sekaligus pembimbing klub drama berusia 25 tahun lebih tua!

Perempuan yang dicintai Macron itu, Brigitte Trogneux namanya.
Macron dan Trogneux rupanya berhasil memikat hati satu sama lain melalui kecerdasan masing-masing. Tak hanya itu, Macron kemudian berhasil meluluhkan hati Trogneux dengan memperlakukannya seperti remaja yang seusia meski nyatanya ia tengah berhubungan dengan perempuan yang jauh lebih dewasa.

BACA :  HUT ke-34, Perumda Panca Mahottama Didorong Perkuat Pelayanan Air Minum

Risiko dari pilihan yang dianggap beda dan tak biasa, Macron harus rela hubungannya dengan si guru SMA ditentang orang tua. Setelah menyatakan cintanya secara terang-terangan di penghujung masa sekolah, kisah Macron dan Trogneux tak begitu saja jadi bahagia.
Orang tuanya tak setuju dan menentang hubungan mereka berdua. Macron kemudian dipaksa untuk pergi dan memulai sekolah baru di Paris yang berjarak kurang lebih 150 km dari tempat ia tinggal kala itu. Mau tak mau, ia terpaksa meninggalkan Trogneux.

Janji Manis

Macron tak meninggalkan Trogneux seorang diri, ia meninggalkan janji yang membuat Trogneux menanti untuk ditepati: ‘I will come back and I will marry you’. Drama kasih itu untuk sementara melintasi jarak nan berjauhan.

Selama beberapa waktu, Trogneux kemudian tetap menjalani kariernya sebagai guru seperti biasa dan memposisikan diri sebagai teman cerita sekaligus pemberi saran yang selalu mendorong impian Macron untuk menjadi seorang presiden.

Memasuki usia 18 tahun, baru akhirnya Macron dan Trogneux diizinkan untuk kembali bersama. Kasih yang tulus dan penuh kesabaran membuat orang tua Macron tak lagi dapat memaksakan keduanya untuk tetap berjauhan. Trogneux kemudian menceraikan suaminya dan meninggalkan tiga orang anak yang kini sebenarnya telah memberikan ia enam orang cucu.

BACA :  Terima Kunjungan Wakil PM Bulgaria, Puan Kenang Bulgarian Rose yang Dibawa Soekarno

Tahun 2007, Macron akhirnya benar-benar menepati janji untuk menikahi Trogneux. Seiring Macron memulai karier dalam politik, Trogneux resmi menjadi istri dan teman hidupnya. Dalam pidato pernikahannya, Macron berterima kasih pada orang-orang yang telah hadir pada perayaan dan menerima serta mendukung hubungan mereka selama bertahun-tahun sebelumnya.

Sempat diterpa rumor tak enak di masa pencalonan Macron sebagai presiden Perancis, rumah tangga keduanya tak lantas retak. Pernikahan Macron dan Trogneux sempat jadi sorotan di awal tahun ini. Kala itu, Macron dituding terlibat affair dengan perempuan lain.

Keberhasilan dan terpilihnya Macron sebagai presiden Perancis membuktikan bahwa kesabaran dalam perjalanan panjang perjuangan asmara dan ambisinya tak sia-sia.

Macron kini telah berhasil mewujudkan ambisinya tanpa meninggalkan sosok yang selama ini turut menemani berjuang bersama. Di usianya yang masih terhitung muda, yakni 39 tahun, Macron akan memulai babak perjuangan baru bersama Trogneux, perempuan 64 tahun pilihan hati sekaligus hidupnya.

Trogneux sendiri sudah meyakinkan bahwa meski sudah menjadi First Lady, ia tak akan berhenti ikut mengabdi. Jiwanya sebagai guru tak akan pudar, ia akan terus mendukung dan membantu Macron lewat cara-caranya memperjuangkan edukasi bagi generasi muda. (Berbagai sumber).

BACA :  Bupati Kembang Tinjau Rehabilitasi Sejumlah Sekolah di Jembrana
Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular