NEGARA, balipuspanews.com – Kematian penyu tanpa diketahui pasti penyebabnya kembali terjadi. Bahkan bangkai penyu lekang ( lepidochelys olivacea ) ditemukan terdampar di pantai Perancak, Jembrana.
Koordinator Konservasi Penyu Kurma Asih, Desa Perancak Wayan Anom Astika, Rabu (15/7) mengatakan, dua bangkai penyu lekang itu ditemukan warga terdampar di pantai Perancak dua hari berturut-turut.
Bangkai penyu lekang yang tergolong penyu langka itu saat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk.
Karena sudah membusuk, bangkai penyu lekang dengan ukuran karapas panjang 67 centimeter dan lebar 65 centimeter serta panjang 68 centimeter dan lebar 65 centimeter itu kemudian dikubur.
“Karena sudah membusuk setelah kami koordinasikan kemudian kedua bangkai penyu lekang itu kami kubur di pantai,” ujarnya.
Menurut Anom, kematian kedua penyu langka itu belum diketahui pasti –penyebabnya, karena pihaknya tidak memiliki kemapuan untuk menganalisis kematian penyu itu.
Bahkan selain kedua penyu lekang itu, di pesisir Jembrana juga sering ditemukan bangkai penyu dan hingga kini belum diketahui apa penyebabnya.
“Apa karena tersangkut jaring nelayan, atau karena pencemaran lingkungan, kami tidak tahu pasti, kami hanya berharap semoga kematian penyu seperti ini tidak terjadi lagi,” ungkapnya.
Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan



