Animasi penganiayaan pemuda. Foto Idn Times
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Semarapura,balipuspanews.com– Gara – gara  kasus penganiayaan dan pengeroyokan oleh oknum mahasiswa  hampir menyebabkan dua dusun nyaris saling serang di Klungkung.

Peristiwa  mencekam yang sempat terjadi sabtu (11/8) 2018 sekitar pukul 20.00 wita itu bermula dari peristiwa penganiayaan dan pengeroyokan yang menimpa Kadek Oka Ngurah Prayoga asal dusun Anjingan, Getakan, Banjarangkan, Klungkung. Pemuda 21 tahun di itu hendak melerai ketegangan yang menimpa sahabatnya Ngakan Ketut Tusan yang disebut dihadang oleh pelaku Putu Sudiasta,19, pemuda asal  dusun Beneng Desa, Getakan,  Banjarangkan, Klungkung.

Korban yang mendapat laporan dari temannya langsung menuju TKP di dusun Beneng. Saat tiba dilokasi, korban melihat temannya dianiaya pelaku yang merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi. Korban yang hendak melerai justru menjadi sasaran pelaku Sudiasta dan temannya yang menyebabkan korban mengalami luka robek dibagian bibir. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban melapor ke Mapolres Klungkung.

Informasi ketegangan antar pemuda yang masih satu desa itu menyebar luas dan menyebabkan kedua banjar asal pelaku dan korban bersitegang. Untung, bentrok massa bisa dicegah.

Kasat Reskrim Polres KLungkung AKP Made Agus Dwi Wirawan seijin Kapolres Klungkung membenarkan laporan tersebut.

“Pelaku dijerat pasal 170 tentang pengeroyokan junto 351,sementara keterangannya saat ini masih dilakukan pemeriksaan saksi- saksi dan terlapor serta dilakukan visum kepada semua yang terlibat,”beber AKP Made Agus Dwi Wirawan tegas. (Roni)

 

Tinggalkan Komentar...