Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda Bali Buleleng Dua Bulan Terakhir Kasus Kebakaran Lahan di Kabupaten Buleleng Capai Angka 38

Dua Bulan Terakhir Kasus Kebakaran Lahan di Kabupaten Buleleng Capai Angka 38

BULELENG, balipuspanews.com – Musim kemarau panjang serta angin kencang yang terjadi khususnya di Kabupaten Buleleng selama bulan Agustus hingga September menyebabkan beberapa kasus kebakaran lahan terjadi di beberapa desa.

Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Sarpras, Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng Putu Pasek Sujendra mengungkapkan sejumlah kasus di dua bulan terakhir mencapai 38 kasus yang tersebar di tiga wilayah yaitu Buleleng Barat, Tengah, dan Timur.

Kebakaran tersebut terjadi disebabkan beberapa hal, akan tetapi kasus yang paling banyak disebabkan karena ulah oknum yang melakukan pembakaran sampah sehingga menimbulkan kebakaran.

“Dengan kemarau panjang seperti sekarang, kami dari dinas kebakaran setiap harinya tidak pernah off, kadang 2-3 kali baik daerah barat, tengah dan timur, 99 persen kebakaran tersebut lebih dominan diakibatkan oleh oknum manusia,” jelasnya, Minggu (20/9/2020)

Mantan Lurah Astina ini juga menambahkan beberapa wilayah yang saat ini masuk dalam kategori urgent diantaranya Kecamatan sawan dan Kecamatan Kubutambahan, Kecamatan Buleleng, Kecamatan Sukasada, dan Kecamatan Banjar, dan Kecamatan Busungbiu, akan tetapi Kecamatan yang paling besar peluangnya yakni Kecamatan Gerokgak justru pihaknya mengungkapkan belum terjadi kasus.

“Ini berarti masyarakat di Kecamatan Gerokgak sudah sadar, selain itu kami dari Pemadam Kebakaran sudah melaksanakan kegiatan simulasi tentang penyuluhan bahaya kebakaran di berbagai desa yang ada di wilayah Kabupaten Buleleng,” imbuhnya.

Tidak hanya itu pihaknya juga menyebutkan untuk luas kebakaran lahan yang terjadi beraneka ragam ukurannya akan tetapi beberapa yang paling luas, pihaknya mengatakan sekitar 3-4 hektar, sementara itu untuk luas lahan yang paling kecil bisa mencapai setengah hektar. Namun pihaknya sangat mengapresiasi bantuan dan kerjasama masyarakat, Kepala Desa, TNI, Polri yang selalu siap bahu membahu membantu.

“Untuk luas hutan yang terbakar itu bermacam-macam yang paling luas itu di Desa Jagaraga, Sawan dengan luas mencapai 3-4 hektar kemudian yang paling kecil kira-kira setengah hektar,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Bayi Yang Dibuang, Lahir Di Kamar Mandi

NEGARA,balipuspanews.com- Kedua orang tua bayi perempun yang dibuang di bale bengong panti asuhan Giri Asih, Melaya, sudah diamankan polisi. Dari keterangan sementara, bayi hasil hubungan...

Usut Praktik Jual Beli Senjata Ilegal ke Separatis Papua

JAKARTA, balipuspanews.com - Praktik jual beli senjata ilegal ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, yang melibatkan oknum anggota Brimob harus diselidiki secara tuntas...
Member of