Dua pelaku pencurian ikan Kerapu jenis cantang di keramba apung Desa Patas, Kecamatan Gerokgak saat digelandang ke Mapolres Buleleng.

GEROKGAK, balipuspanews.com — Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Gerokgak, berhasil membekuk dua orang pelaku nekat mencuri ikan kerapu di keramba apung lepas pantai Banjar Dinas Yeh Biu, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Dua pelaku Putu Ardana (23) warga Banjar Dinas Tegal Asri dan Suryadi (27) warga Banjar Dinas Yeh Biyu, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, dibekuk setelah polisi menerima laporan pencurian ratusan ikan kerapu jenis cantang tersebut.

 

Informasi dihimpun, kasus pencurian itu diketahui oleh pemilik keramba apung I Gusti Putu Suwesen (61), pada Jumat (10/1) setelah mendapat laporan dari salah satu stafnya bernama Ketut Bagus Irawan.

 

Dalam laporannya Irawan menemukan ada 9  kampil ikan kerapu cantang di Pantai Desa Pengulon. Berkat infomasi itu, Suwesen  mendatangi lokasi dan menemukan tumpukan 9 kampil ikan kerapu cantang berjumlah 275
ekor dengan berat 384 kilogram.

 

“Saat itu tidak ada yang mengaku pemilik ikan tersebut sehingga kami laporkan ke Polsek Kawasan Laut Celukan Bawang,” kata Suwesen.

 

Meski begitu, karena lokasi keramba apung berada diwilayah hukum Polsek Gerokgak, penanganannya pun dilimpahkan ke Polsek Gerokgak yang dipimpin Kapolsek Gerokgak, Kompol Made Widana.

 

Berangkat dari laporan tersebut, anggota Polsek Gerokgak dipimpin Kanit Reskrim AKP Abdul Azis langsung bergerak dengan memintai keterangan dari sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP).

 

Hasilnya, kecurigaan mengarah pada dua buruh yang bekerja di keramba, yakni Putu Ardana dan Suryadi. Keduanya pun langsung diringkus. Selain meringkus pelaku, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa kompresor dan peralatan lain yang digunakan untuk melakukan pencurian.

 

“Pelakunya dua karyawan diperusahaan ikan itu. Memang murni hasil pengembangan penyelidikan mengarah kepada dua pelaku Suryadi dan Putu Ardana yang melakukan pencurian,” terang Kapolsek Widana didampingi Kanit Reskrim Abdul Azis, Rabu (15/1).

 

Ketika diinterogasi, kedua pelaku mengakui perbuatannya telah mengambil 9 kampil ikan kerapu jenis cantang dikeramba milik bos tempatnya bekerja.

 

“Mereka mengaku hasil curian itu akan dijual namun keburu aksinya terbongkar,” imbuhnya.

 

Pemilik keramba mengaku mengalami kerugian sebesar Rp.9 juta lebih. Sementara, dua pelaku saat ini tengah menjalani proses pemeriksaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.