Sabtu, April 13, 2024
BerandaDenpasarDua Minggu Operasi Zebra, Kejadian Laka dan Pelanggaran ETLE Meningkat

Dua Minggu Operasi Zebra, Kejadian Laka dan Pelanggaran ETLE Meningkat

DENPASAR, balipuspanews.com– Operasi Zebra Agung 2022 yang berjalan selama 2 Minggu (24 November-7 Desember 2022) telah berakhir. Dari hasil anev Ditlantas Polda Bali selama Ops Zebra berlangsung, kasus lakalantas dan pelanggaran Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) meningkat tajam.

Kegiatan Anev minggu akhir Ops Zebra Agung-2022 ini berlangsung di Ruang RTMC Dit Lantas Polda Bali, pada Kamis (8/12/2022). Anev ini dipimpin Kasat PJR Dit Lantas Polda Bali, AKBP Made Suarjana, S.H., M.H. selaku Kasatgas 2 (Preventif), Ops Zebra Agung-2022.

Anev ini dilaksanakan secara luring dan juga daring (via Zoom) yang diikuti oleh Pejabat Operasi (PJO) Satgas Polda dan PJO Satgas Satuan Wilayah.

“Dilihat dari sistem manajemen dan standar keberhasilan operasi, penekanan anev minggu kedua ini adalah mengenai data kasus laka lantas serta pelanggaran lalu lintas sampai hari ke-14 operasi ini berjalan (ditinjau secara kuantitas) yang terjadi di Bali,” kata AKBP Made Suarjana.

Ditegaskanya bahwa kejadian laka lantas dari awal sampai berakhirnya Ops Zebra Agung-2022 mengalami peningkatan dibandingkan Ops Zebra Agung-2021.

BACA :  Putra Wabup Ipat Meninggal Kecelakaan Lalu Lintas

“Dimana, dari 91 kasus menjadi 100 kasus, walaupun penindakan pelanggaran lalu lintas mengalami penurunan di tahun 2022 dibanding tahun 2021,” ungkapnya.

Berikut perbandingan data kasus laka lantas berdasarkan kuantitas dilihat dari data Posko Ops Zebra Agung-2022. Yakni pada Ops Zebra Agung-2022 jumlah laka 100 kasus dengan rincian, meninggal dunia 9 orang, luka berat 3 orang, luka ringan 143 orang.

Sedangkan pada Ops Zebra Agung-2021, jumlah laka 91 kasus dengan rincian, meninggal dunia 8 orang, luka berat 1 orang, luka ringan 133 orang.

Sementara dari 100 kasus laka lantas selama pelaksanaan operasi Zebra yakni wilayah Denpasar 23 kasus, Gianyar 20 kasus, Buleleng dan Tabanan 13 kasus, Klungkung 12 kasus, Jembrana 7 kasus, Badung 6 kasus, Karangasem 4 kasus dan Bangli 2 kasus.

Mengenai sistem tilang, AKBP Made Suarjana mengatakan bahwa pada Operasi Zebra sebelumnya di tahun 2021 masih menggunakan sistem tilang manual. Sedangkan yang diterapkan pada operasi kali ini di tahun 2022 yaitu sistem tilang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

BACA :  Menko PMK : Penanganan Arus Mudik Lebaran 2024 Berlangsung Lancar

Menurutnya, ETLE merupakan sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas yang berbasis teknologi informasi. ETLE menggunakan perangkat elektronik berupa kamera yang dapat mendeteksi pelanggaran lalu lintas dan data kendaraan bermotor secara otomatis (Automatic Number Plate Recognition).

“Penindakan pelanggaran lalu lintas selama pelaksanaan Ops Zebra Agung-2022 mengalami penurunan dibandingkan pelaksanaan Ops Zebra Agung-2021, dikarenakan sistem penindakan yang dirubah dari manual menjadi elektronik (ETLE),” terangnya.

Ia pun membeberkan jumlah pelanggaran yang terdeteksi oleh kamera ETLE pada Ops Zebra Agung-2022 pada data Posko Ops Zebra Agung-2022. Tercatat 535 pelanggaran yang tercapture di kamera ETLE Statis (wilayah Denpasar-Badung) dengan 22.939 teguran di seluruh Bali.

AKBP Suarjana kembali melanjutkan secara umum pelaksanaan Operasi Zebra Agung-2022 sudah berjalan dengan baik, walaupun terjadi peningkatan jumlah kejadian laka lantas apabila dibandingkan dengan pelaksanaan Ops Zebra Agung-2021.

Dia berharap agar masyarakat mau lebih disiplin dalam berlalulintas untuk dapat menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan, apalagi mendekati perayaan Natal 2022 dan tahun baru 2023.

BACA :  Ditinggal Mudik, Rumah Kost di Jalan Puputan Klungkung Ludes Terbakar

Penulis: Kontributor Denpasar
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular