Rabu, April 17, 2024
BerandaNewsHukum & KriminalDua Pengedar Pil Koplo Ditangkap

Dua Pengedar Pil Koplo Ditangkap

JEMBRANA, balipuspanews.com– Maraknya peredaran pil koplo di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana disikapi polisi. Hasilnya dua pengedar ribuan pil koplo berhasil ditangkap.

Setelah mendapat informasi dari masyarakat, bahwa ada peredaran pil berlogo Y atau pil koplo, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol Dewa Putu Werdhiana kemudian memerintahkan Kanir Reskrim AKP IGN Made Dwi Artha Kumara beserta anggota melaksanakan penyelidikan.

Akhirnya pada Kamis (22/2/2024) sekitar pukul 19.00 WITA berhasil mengamankan pelaku MSM,18, alias Safta karyawan loket tiket, asal Desa Melaya mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna merah hitam DK 5187 ZO yang hendak menjual pil koplo kepada seseorang, di areal parkir Obyek Wisata Water Bee Gilimanuk.

“Dari pengakuan MSM, pil koplo itu, didapat dari membeli kepada seseorang seharga Rp 1,3 juta,” ungkap Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, Senin (22/2/2024).

MSM menjual pil koplo itu kepada orang-orang yang dikenal per 1 klip plastik bening yang berisikan 10 butir pil dijual dengan harga Rp 30 ribu, per 1 klip plastik bening yang 100 butir dijual dengan harga Rp 300 ribu serta menjual 1 Kaleng yang berisikan kurang lebih 1000 butir dijual dengan harga Rp 1,4 juta.

BACA :  Diduga Korsleting Listrik, Toko Printer Hangus Terbakar, Kerugian 4 Miliar

Pil koplo itu didapat dari membeli kepada JH, 24, karyawan toko berjaringan, warga Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan
Melaya, Kabupaten Jembrana.

Anggota kemudian menggerebek rumah JH dan dari penggeledahan yang dilakukan ditemukan barang berupa 149 butir pil berwarna putih berlogo huruf Y yang dikemas pada 2 klip plastik bening.

JH mengaku mengedarkan pil berwarna putih bertuliskan/logo huruf Y itu kepada orang-orang yang dikenal dalam jumlah besar dan tidak menjual secara eceran yakni satu kaleng yang berisikan kurang lebih 1000 butir dijual dengan harga Rp 1,3 juta.

“Pelaku menjual pil koplo itu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi,”ujarnya.

Pi koplo tersebut didapat dari seseorang via telpon yang bernama Musri, dan barang dikirim melalui paket, dengan perjanjian barang habis terjual baru dibayar, seharga Rp 1 juta via transfer.

Kedua pengedar pil koplo itu dipersangkakan dengan Pasal 435 jo Pasal 436 ayat (2) UU RI NO 17 Tahun 2023 tentang kesehatan dengan ancaman kurungan paling lama 12 tahun atau denda sebesar Rp 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah).

BACA :  Tanggapi Pandangan Umum Fraksi-fraksi di DPRD Buleleng, Pj Bupati Ngaku Sependapat

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular