Dua Ranperda Masih Dibahas

Pengesahan Ranperda Pertanggungjawaban APBD
Pengesahan Ranperda Pertanggungjawaban APBD

NEGARA, balipuspanews.com – Eksekutif harus bersabar untuk menunggu dua Ranperda yang diajukan disetujui legislatif.

Kedua ranperda yang belum disetujui itu yakni Ranperda tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Amertha Jati serta Ranperda tentang Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing.

Pada Rapat Paripurna dengan agenda membahas rancangan peraturan daerah yang diajukan eksekutif yang dipimpin Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutarmi, Kamis (23/7) tidak lagi melalui virtual.

Tetapi sidang tatap muka dihadiri seluruh anggota DPRD Jembrana namun tetap menerapkan protokol kesehatan, sesuai tatanan adaptasi kebiasaan baru yang sudah berlaku di Provinsi Bali.

Ada tiga Ranperda yang dibahas yakni Ranperda tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD tahun tahun anggaran 2019, Ranperda tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Amertha Jati serta Ranperda tentang Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing.

Dari ketiga Ranperda itu seluruh anggota dewan secara bulan menyatakan ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019 dapat disetujui sementara dua Ranperda lainnya pembahasannya masih dilanjutkan.

Menanggapi belum disetujuinya dua Ranperda itu Bupati Jembrana, I Putu Artha menyampaikan. Secara prinsip pembahasan kedua Ranperda itu sudah hampir selesai.

Sehingga optimis kedua Ranperda lainnya yakni, Ranperda tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Amertha Jati serta Ranperda tentang Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing segera bisa ditetapkan dan disetujui menjadi Peraturan Daerah (Perda).

“Pada rapat paripurna berikutnya kami yakin dan berharap, dua Ranperda yang masih tersisa juga ditetapkan menjadi Perda,” harapnya.

Terkait dengan disetujuinya Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019 oleh pihak eksekutif, Bupati I Putu Artha mengatakan, meski sedang dihadapkan dengan kondisi serba sulit akibat pandemi Covid-19, semua proses pembahasan terkait Ranperda dapat dilalui dengan baik.

“Walaupun kita sedang berhadapan dengan pandemi Covid-19, tetapi kita patut bersyukur karena proses pembahasan terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Penulis : Anom

Editor : Oka Suryawan