Dua Tahun Tutup, “Mall Pergung” Dibuka Lagi

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba didampingi Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna saat membuka Mall Pergung yang bertempat di di Lapangan Umum Widya Mandala, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba didampingi Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna saat membuka Mall Pergung yang bertempat di di Lapangan Umum Widya Mandala, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana

JEMBRANA, balipuspanews.com- Pandemi Covid-19 membuat pelaksanaan Pasar Adat Desa Adat Pergung yang merupakan pasar musiman sebagai tradisi menyambut  hari raya Galungan dan Kuningan dua tahun tutup.

Setelah pandemi mereda pasar adat yang dikenal masyarakat sebagai “Mall Pergung”itu kembali dibuka.

Pasar yang mengunakan tempat di Lapangan Umum Widya Mandala, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana ini dibuka langsung oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba didampingi Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna.

Pelaksanaan kali sedikit berbeda jika dibandingkan sebelumnya yang banyak melibatkan pedagang luar, kini  lebih banyak melibatkan pelaku UMKM.

Pasar musiman ini menyediakan berbagai kebutuhan mulai dari makanan, pakaian, perabotan hingga wahana permainan. Ini menjadi salah satu tempat primadona yang dikunjungi masyarakat Jembrana untuk merayakan hari raya Galungan dan Kuningan.

Baca Juga :  Komjen Golose Tugaskan Brigjen Raden Nurhadi jadi Kepala BNNP Bali

Bupati Tamba menyampaikan pasar adat kali ini bertujuan untuk lebih menumbuhkan UMKM di Kabupaten Jembrana.

“Ini bagian daripada bertumbuhnya UMKM kita, hari ini dibuktikan disekeliling kita banyak sekali UMKM ikut berpartisipasi disini, memang kalau kita lihat juga ada pedagang yang sudah terlibat bertahun-tahun disini,”ujarnya.

Momen ini, katanya sangat dinantikan baik oleh para pedagang maupun masyarakat, setelah diberlakukannya berbagai pembatasan yang dilaksanakan selama masa pandemi.

“Jadi kita bersama pak wakil bupati sudah berkeliling bertanya langsung, bahwa mereka rindu sekali dengan situasi seperti hari ini.  Sudah hampir 2 tahun tidak melaksanakan kegiatan ini” ucapnya.

Menimbang sudah melandainya kasus Covid-19 di Kabupaten Jembrana, bersama wakil bupati dan Forkopimda, Bupati Tamba memutuskan untuk memberikan ijin pelaksanaan pasar adat ini.

Baca Juga :  Wawasan Kebangsaan Digaungkan Menjelang Pemilu 2024

“Hari ini saya sebagai bupati Jembrana bersama pak wakil bupati dan tentu juga Forkopimda memberikan ijin untuk dilaksanakan pasar adat disini, yang seperti biasa dalam menyambut hari raya Galungan dan Kuningan dengan tertib, nyaman dan bagus. Ini ternyata sudah ada tanggungjawab masing-masing siapa yang bertugas, jadi tidak ada lagi masalah,” jelasnya.

Sementara itu, Putu Rizky Ari Yasa Wibawa salah seorang pelaku UMKM yang turut berpartisipasi dalam Pasar Adat Pergung tersebut mengungkapkan terima kasihnya kepada Pemkab Jembrana yang telah memberikan ruang kepada UMKM dan berharap kegiatan ini akan terus dilaksanakan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak bupati dan wakil bupati serta bapak camat dan Kapolsek yang telah memberikan space (ruang) kepada kami UMKM Jembrana untuk ikut serta dalam pasar adat Pergung dan harapan kami kedepan, pasar adat ini terus dilaksanakan dan dibuatkan angkringan khususnya untuk masyarakat Pergung,”pungkasnya.

Baca Juga :  Klungkung Raih Peringkat 5 di Ajang Porprov Bali XV 2022

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan