Bule meninggal di Kuta
Bule meninggal di Kuta

BADUNG, balipuspanews.com – Satgas Penanggulangan COVID -19 Bali menyatakan bule yang meninggal di Kubu Anyar belum tentu COVID-19 karena masih menunggu hasi tes di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Balitbangkes Kemenkes).

“Jika pada waktunya pasti kita kasih tahu, untuk menyatakan orang positif mesti uji tes dua kali pertama tes SWEB (Pengambilan sampel lendir,red) di daerah apabila positif dilanjutkan lagi tes kedua di Balitbangkes Kemenkes, jika kedua duanya positif tim surveillance kami akan turun untuk mencari tahu kontak person yang bersangkutan,” kata Ketua Satgas Penanggulangan COVID -19, Dewa Made Indra, Sabtu (4/4/2020).

Yang jelas Satgas bertindak sesuai dengan tahapan, karena WNA yang meninggal selalu dikait kaitkan dengan COVID -19.

“Tunggu hasilnya sebagaimana WNA yang meninggal bulan lalu pada waktunya pasti akan disampaikan sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran masyarakat,” ucapnya.

Lebih jauh, Dewa Indra menjelaskan masyarakat tak perlu khawatir berlebihan dan diharapkan rasional dalam menghadapi kekhawatiran.

“Kekhawatiran itu masyarakat itu hal biasa, tetap menjaga rasionalitas, terpenting ditengah kekhatwatiran jangan panik perlu dibalik dengan kewaspadaan, gunakan masker dan jaga pola hidup sehat,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnyaWarga Negara Asing (WNA) berusia 65 di Jalan Raya Kubu Anyar meninggal.

WNA ini sering nongkrong di bangsal menega di Pantai Kuta. Setelah diketahui yang bersangkutan meninggal akibat Covid-2, bangsal menega tersebut langsung disemprot dengan ini konsep IP linksys sudah lakukan telpon band ada penyakit kan jurusan duri Nando disinfektan dan ditutup.

Sedangkan warga yang sempat kontak, juga melakukan isolasi mandiri. (Art/BPN/,tim)