Dugaan Korupsi BUMDes Pucaksari, Kejari Sita 36 Jenis Dokumen Sebagai Bukti

Kasi Pidsus Kejari Buleleng, I Wayan Genip (dua kanan) saat memeriksa dokumen yang akan disita di Kantor Desa Pucaksari
Kasi Pidsus Kejari Buleleng, I Wayan Genip (dua kanan) saat memeriksa dokumen yang akan disita di Kantor Desa Pucaksari

BULELENG, balipuspanews.com – Masih ingat dengan kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gemamatra Pucak Sari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng yang terjadi pada tahun 2018 dan berhasil diungkap bulan Mei 2021 lalu. Perkembangan terbaru pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng telah menyita sebanyak 36 jenis dokumen, pada Senin (14/3/2022) kemarin.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buleleng, Rizal Syah Nyaman mengatakan terkait perkembangan penanganan perkara dugaan kasus tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana pada BUMDes Gema Matra Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu pihaknya kini telah melakukan penyitaan sebanyak 36 jenis dokumen dari I Made Suardwita yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Pucaksari.

Baca Juga :  Kroasia 'Tidak Akan Tertipu' Oleh Rumor Keretakan Di Timnas Belgia

Nantinya terhadap 36 jenis dokumen tersebut akan dijadikan barang bukti dalam pengembangan penyidikan perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pengeloaan Dana pada BUMDes Gema Matra Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu oleh penyidik dari Kejari Buleleng.

“Kemarin (Senin) kami sudah melakukan penyitaan sebanyak 36 jenis dokumen atau berkas dari sekretaris BUMDes ini tentu akan dijadikan barang bukti tambahan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (15/3/2022).

Selanjutnya berbekal 36 jenis dokumen ini, pihak penyidik akan memeriksa sejumlah saksi pada hari ini (Selasa) untuk menggali informasi lebih lanjut terkait dugaan korupsi pengelolaan keuangan BUMDes Gemamatra Pucak Sari.

“Hari ini (Selasa) 17 saksi yang berkaitan dengan dugaan kasus korupsi tersebut akan diperiksa oleh penyidik kita tunggu hasilnya nanti,” tandasnya.

Baca Juga :  Pertanyakan Kejelasan Kasus, Perwakilan Desa Adat Tamblang Datangi Kejaksaan

Untuk diketahui pada Desember 2021 terpidana INJ telah menyetorkan uang pengganti kerugian negara pada jaksa eksekutor di Kejari Buleleng. Total uang pengganti yang diserahkan totalnya ada Rp 73.018.712 dan disaksikan Kasi Pidsus, I Wayan Genip.

Kemudian uang tersebut sesuai perintah pengadilan agar uang pengganti kerugian negara itu dikembalikan ke kas BUMDes dan telah diterima langsung Sekdes Pucaksari, I Made Suardwita.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan