Pelawak Ofven (kiri) dan Sengeng (kanan) saat pentas di Pura Agung Jagat Karana, Surabaya, Sabtu (30/11).
Pelawak Ofven (kiri) dan Sengeng (kanan) saat pentas di Pura Agung Jagat Karana, Surabaya, Sabtu (30/11).
sewa motor matic murah dibali

SURABAYA, balipuspanews.com- Duo pelawak asal Bali berhasil menghibur umat hindu yang berada di Surabaya, dalam acara “Pentas Seni 50 tahun Berdirinya Pura Agung Jagat Karana”, Banjar Besar Surabaya, Sabtu (30/11).

Sengeng pemilik nama lengkap Kadek Rudi Astawa dan Ofven pemiliki nama lengkap Pande Putu Setiawan ini kian terkenal dengan penampilannya dari pangung ke pangung semakin percaya diri atas celotehan hangat dan guyonan kecil pun seakan terus keluar dari bibir dua pelawak muda ini, bahkan dua pemuda ini kebanjiran job undangan ngelawak di pulau Bali bahkan keluar pulau Bali.

Sengeng dan Ofven yang tergabung dalam Yayasan Kesenian Bali (YBK) di bawah binaan I Kadek Arimbawa akrap disapa Lolak selalu mendapat sambutan baik dari penonton, terbukti umat hindu di kota Surabaya menantikan kehadiran dua pelawak asal Bali untuk menanti aksi panggung kedua seniman asal Bumi Seni Gianyar.

“Kami berdua mengucapkan suksma untuk umat hindu yakni dari Banjar Besar Surabaya yang sudah mengundang Sengeng dan Ofven lewat komunitas Saptana Jagaraga Singapadu. kami berdua sangat respons dengan kegiatan pentas seni di Surabaya ini. Kami lihat umat hindu di Surabaya aktif sekali dengan kegiatan berkesenian Bali. Maka dari itu kami berdua siap mensuport lewat ngayah pentas seni. ucap Sengeng pelawak kelahiran Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Rasa syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang disampaikan dua pelawak ini sungguh menyentuh hati. Dirinya tampil di panggung itu harus eksplor terbuka dan tulus ikhlas apalagi berkaitan dengan yadnya yang sering disebut dengan Ngayah.

Dua pelawak ini kalau ada kesempatan untuk ngayah, selalu siap apalagi di pulau Jawa. Berawal informasi dari media sisioal terkait keberadaan pura Agung Jagat Karana berdiri sebagai suatu pemujaan umat hindu di luar Bali itu sungguh memerlukan perjuangan yang amat besar dan memerlukan dana cukup besar juga.

“Maka melihat ada undangan ngelawak di kota Surabaya saya langsung jawab ok (bisa), karena bentuk yadnya bukan hanya materi, kita punya tenaga. Nah kita beryadnya dengan tenaga lewat ayah-ayahan Pentas Seni,” Ofven menimpali.

Pementasan seni oleh komunitas Saptana Jagaraga dan Singa Barong ini terkemas dalam “Dramatari Sunda Upasunda” Sengeng dan Ofven masuk di dalam dramatari tersebut menjadi parekan (rakyat) ini berhasil menghidupkan suasan pementasan, dari penonton tegang dengan menikmati cerita dramatari seakan menjadi berubah, penonton bersorak dan tertawa terpingkal-pingkal menikmati lawakan Sengeng dan Ofven.

Made Komo selaku panitia kesenian banjar Besar Surabaya mengatakan, pementasan “Pentas Peringatan 50 tahun Pura Agung Jagat Karana” dalam Dramatari dan diimbuhi lawak sungguh luar biasa seakan dirinya berada di kampung halaman yakni seperti di Bali. umat Hindu atau penonton merasa terhibur, dikocok perutnya oleh lawakan duo seniman Bali

“Lawakannya memacu kita disini dalam semangat berkesenian dan saya mewakili Banjar Besar Surabaya mengucapkan terimaksih sekali Sengeng dan Ofven bisa ngayah dengan komunitas Saptana Jagara dan Singa Barong,” tandas Made Komo. (rls/bud/bpn/tim)