sewa motor matic murah dibali

Singaraja,balipuspanews.com| Berbicara tentang buah durian, rata-rata orang mengenal buah durian identik dengan pohon tinggi berbatang besar dengan buah tak begitu besar.

Namun anggapan masyarakat dan para pencinta buah durian kemudian terpatahkan, oleh usaha yang dilakukan salah seorang petani di Desa Sudaji. Tanaman buah durian yang sejatinya berbatang raksasa sukses disulap menjadi pohon mini berbuah raksasa dengan menggunakan teknik okulasi.

Sejak terciptanya tanaman buah varietas unggul pohon mini berbuah raksasa nama Desa Sudaji pun mencuat, hingga menjadikan sudaji ikon sentra produksi buah durian di Kabupaten Buleleng.

Durian Kane punya cita rasa yang khas dan jauh lebih enak dari rasa durian manapun, hingga tak heran Kane mampu menjajah lidah penggemar durian dunia.

Para petani setempat menyebut buah durian varietas unggul itu dengan sebutan durian Kane. Rasa buah durian Kane sangat terkenal, hingga tak heran masyarakat pecinta buah durian menobatkannya sebagai rajanya buah.

Durian Kane punya cita rasa yang khas dan jauh lebih enak dari rasa durian manapun, hingga tak heran Kane mampu menjajah lidah penggemar durian dunia.

Namun, dibalik kesuksesan itu, pernahkah anda bertanya siapakah pencipta dan kapan pertama durian Kane ini dilahirkan?

Sejarah terciptanya Durian Kane, tak lepas dari nama Gede Ampet (64). Petani sederhana yang bermukim di dusun Kaje Kangin, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan.

Perkembangan durian Kane di kabupaten Buleleng bahkan di Provinsi Bali dimulai dari sosok bernama Gede Ampet.

Gede Ampet lahir di kalangan petani, kedua orangtuanya merupakan petani sekaligus pedagang buah durian.

“Dulunya hanya ikut menemani bapak berkebun, dan saat itu masih durian Bali,” kata Gede Ampet. Selasa, 21 Maret 2017.

Kecintaannya pada buah durian itu pun akhirnya membawanya untuk melanjutkan jejak sang Ayah.

Gede Ampet kemudian mulai berdikari dan mencoba menjelajahi berbagai wilayah tempat asal produksi buah durian. Hingga tanpa sengaja ketika hendak ke Denpasar, ia pun sempat singgah di sebuah tempat yang berlokasi di Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan – Bali.

“Tanpa sengaja, tahun 1984. Berhenti di Luwus dan melihat ada durian kecil setinggi dua hingga tiga meter kok sudah berbuah? Saya heran, kemudian langsung memesan bibit disitu. Namanya durian unggul, tidak ada namanya,” terangnya.

Saking hebohnya, pada tahun 1996 Gede Ampet kedatangan seorang tamu yang mengaku petugas pertanian dari Provinsi Bali. Petugas itu meminta agar dirinya mengikuti sebuah event bergengsi yang akan digelar oleh pihak pemerintah Provinsi Bali.

Gede Ampet langsung membongkar tabungan ingatan dan koleksi tentang durian unggul. Dia mencari informasi dari berbagai buku. Salah satunya, majalah trubus waktu itu.

“Durian itu kemudian dicocokkan dengan photo buah durian yang di majalah trubus. Kalau tidak salah di majalah trubus namanya cane. Namun, petugas itu menyarankan agar tidak memakai nama cane ketika ikut festival. Lebih baik pakai nama durian Ampet Sudaji, namun karena bibit itu saya beli di luwus, jadinya nggak berani buat nama sendiri,” ungkapnya.

Saat mengikuti festival pasar petani yang diselenggarkan pemerintah Provinsi Bali di Renon Denpasar, Gede Ampet mewakili stand milik pemerintah kabupaten Buleleng.

Nah, keraguan masyarakat pecinta buah durian terjawab kala itu, durian unggul asli sudaji yang terkesan mahal terpatahkan dengan kehadiran Gubernur Bali, Ida Bagus Oka stand Buleleng. Bahkan, usai digelarnya festival pasar rakyat, Gubernur Bali, Ida Bagus Oka langsung meninjau perkebunan buah durian unggul milik Gede Ampet di Desa Sudaji.

“Stand saya nomor empat, berjejer dengan peserta kabupaten lain. Kalau nggak salah, Pak Ida Bagus Oka saat itu bawa TVRI langsung masuk ke stand saya, Pak Gubernur heran melihat buah durian sebesar itu. Tapi, saya memang spesial bawa durian seberat 10 kilo lebih dari Buleleng. Setelah dicicipi, durian pun langsung diborong, stand mendadak ramai sekali,” jelasnya kembali.

Usai mengikuti festival, nama durian unggul asal desa sudaji pun makin meroket dan mendapat tempat di hati para petinggi di kalangan pemerintahan.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here