Minggu, November 1, 2020
Beranda Bali Klungkung Eks TPA Sente Terbakar, 10 Ton Pelet olahan TOSS Sente Dikirim ke...

Eks TPA Sente Terbakar, 10 Ton Pelet olahan TOSS Sente Dikirim ke Lombok

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Akibat menguapnya Gas Metan dari tumpukkan sampah dilokasi Areal Eks TPA Sente di Desa Pikat, Kecamatan Dawan,Rabu (24/4) malam menyebabkan kebakaran di areal tumpukkan sampah tersebut.

Walaupun sempat datang sesekali terjadi hujan,namun kondisi panas dalam tumpukan sampah tersebut terus terjadi sehingga menjadi penyebab terjadinya kebakaran ditemnpat tersebut.

Petugas Pemadam Kebakaran KLungkung yang tiba dilokasi tidak bisa berbuat banyak hanya bisa mencegah kebakaran agar tidak meluas dengan melakukan pendinginan.

Dipihak lain , Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, akan memasang pipa pengeluaran gas metan, agar tidak menimbulkan titik kebakaran baru.

Sejak dilakukan penanganan pada Rabu malam sekitar pukul 20.30 wita pascakebakaran, hingga pagi kepulan asap masih terus bermunculan di sejumlah titik di TPA tersebut. Tumpukan sampah ini sebelumnya sudah sempat ditimbun. Tetapi hanya yang di sebelah timur. Sementara kebakaran masih kerap terjadi pada tumpukan di sebelah barat.

“Pemadaman berlangsung singkat, habiskan air 1,5 tangki,” ujar Kasat Pol PP dan Damkar Klungkung, Putu Suarta.

Sementara itu Kepala Dinas LHP Klungkung A.A Ngurah Kirana, dihubungi Kamis (25/4), mengatakan gas metan yang terkurung di dalam tumpukan sampah, harus dikeluarkan, agar tidak memicu kebakaran baru yang asapnya menganggu warga sekitar. Caranya, tumpukan sampah ini akan “disuntik”, menggunakan pipa khusus, sehingga gas metan itu bisa keluar. Sebelumnya, cara ini pernah dilakukan pada Juni 2018 silam. Namun, saat itu pipanya justru ikut terbakar.

“Kali ini kami akan pasang pipa yang lebih besar. Anggarannya Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Kami cek anggaran dulu, kalau tidak memungkinkan, kami upayakan dari CSR,” kata Kirana.

Pihaknya merencanakan akan memasang pipa ini pada sepuluh titik di tumpukan sampah. Nanti sebelum dipasang, dikatakan alat berat akan digunakan untuk mengeruk tumpukan sampai sedalam enam sampai tujuh meter. Baru pipa ini dipasang. “Rencana dalam APBD Perubahan kami pasang anggarannya. Belum bisa kami sebutkan berapa besaran anggarannya. Seperti apa rencana detailnya, kami harus menggunakan jasa konsultan,” tegas Kirana.

Lokasi TPA ini setiap harinya dikatakan memang selalu disiram. Sehingga, selalu standby mobil tangki di sekitar lokasi. Tujuannya, agar bau yang ditimbulkan tidak terlalu menyengat. Proses keluarnya gas metan yang memicu kebakaran ini dikatakan biasa terjadi, ketika sudah lama hujan, namun tiba-tiba mendadak panas beberapa hari ini. Ini yang memicu gas itu bergerak keluar. Apalagi dengan ketinggian tumpukan sampah yang mencapai sekitar 12 meter.

Sementara, meski areal TPA Sente terbakar, proses pengolahan sampah menjadi pelet di TOSS setempat tetap berjalan. Bahkan, khusus dari TPA itu pihaknya sudah mengirim sepuluh ton pelet ke PLTU Lombok.

Malah hasil ujinya dikatakan sudah keluar dan hasilnya disebut sangat sukses peletnya diterapkan disana. Artinya, tingkat akumulasi pemakaiannya sama persis dengan batubara.PT Indonesia Power pun sudah merekomendasi agar seluruh PLTU di seluruh Indonesia, menggunakan pelet. TOSS di TPA Sente saja bisa memproduksi sekitar 300 kg pelet per hari,sebutnya.(Roni/bpn/tim)

- Advertisement -

Bayi Yang Dibuang, Lahir Di Kamar Mandi

NEGARA,balipuspanews.com- Kedua orang tua bayi perempun yang dibuang di bale bengong panti asuhan Giri Asih, Melaya, sudah diamankan polisi. Dari keterangan sementara, bayi hasil hubungan...

Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur Di Buleleng, Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka

BULELENG, balipuspanews.com - Proses pengungkapan kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang terjadi pada Minggu (11/10/2020) dan Senin (12/10/2020) di lima tempat berbeda akhirnya...
Member of