KARANGASEM, balipuspanews.com – Popularitas I Nengah Swadi belakangan ini cukup diperhitungkan untuk meramaikan Pilkada Karangasem November 2024 mendatang.
Nama Swadi disebut sebagai salah satu kandidat kuat pendamping I Gede Dana. Pria yang berprofesi sebagai notaris ini juga dengan tegas menyatakan kesiapan dirinya untuk maju sebagai bakal calon Wakil Bupati mendampingi Gede Dana apabila mendapat kesempatan, terlebih momen kali ini ia sudah mendapatkan restu dan dukungan dari keluarganya.
“Waktu Pilkada sebelumnya sempat ada komunikasi dengan PDIP, bahkan sudah di iyakan untuk mendampingi Gede Dana saat itu. Hanya saja saya tidak jadi karena kelurga belum memberikan restu. Saat ini, jika Tuhan memberikan, saya pasti siap. Sekarang sudah tidak ada masalah lagi, karena keluarga kecil saya sudah memberikan restu dan mendukung langkah saya,” kata pria asal Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, pada Senin (29/4/2024) malam.
Disamping restu keluarga, harapan dan dorongan kuat kepada pria yang juga aktif di bidang sosial ini untuk mengabdikan diri kepada Kabupaten Karangasem juga mengalir dari berbagai lapisan masyarakat. Bukan baru sekarang saja, harapan itu bahkan sudah muncul dan menguat sejak 5 tahun silam.
Disisi lain, keinginan Swadi untuk mendampingi Gede Dana karena merasa srek setelah melihat gaya kepemimpinannya selama ini. Sejumlah keberhasilan dicapai dalam masa kepemimpinan yang baru 3 tahun ini seperti perkembangan PAD, banyak program murni untuk meringankan beban masyarakat. Bahkan seluruh programnya nyaris terampungkan dalam waktu sesingkat itu, mulai dari insentif terhadap subak, banjar adat dan desa adat begitu juga dengan AJP sangat dirasakan masyarakat terlebih Karangasem sudah UHC.
“Jika saya diberikan amanah saya yakin karangasem akan berubah,” imbuhnya.
Suwadi juga memiliki keinginan, jika memang mendapat kepercayaan akan mendukung dan melanjutkan program yang bagus, serta membuat program sesuai dengan kondisi dan situasi perkembangan masyarakat Karangasem. Sebagai langkah awal, ia ingin memastikan data yang valid. Seberapa banyak masyarakat yang bergerak di bidang pertanian, peternak, pariwisata maupun yang lainnya.
Ketika data sudah valid, baru kemudian melihat potensi untuk peningkatan PAD dari berbagai sektor terutama potensi pariwisatanya. Setelah nantinya PAD naik, baru kemudian berbicara apa yang haris dikerjakan apakah itu nantinya di plot untuk menangani kemiskinan, untuk infrastruktur, pertanian, maupun pendidikan.
Penulis: Gede Suartawan
Editor: Oka Suryawan



