Gde Andika dari Perwakilan DPP Peradah Indonesia Sultra didampingi Putu Pande Hari Sugibali dan Gede Eka Pandi  (PD KMHDI Sultra) bersama DPP Peradah Indonesia Bali saat melakukan audensi dengan Ketua PHDI Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana M. Si, Jumat (20/10) di Kantor PHDI Bali.

Denpasar, balipuspanews.com – Para pengungsi Gunung Agung yang tersebar diberbagai kabupaten/kota di Bali menimbulkan simpati dan empati dari berbagai elemen masyarakat.  Pasca ditetapkan berstatus  Awas (level IV)  bantuan mengalir  secara spontan ke titik-titik posko pengungsian.  Bahkan,  uluran tangan datang dari berbagai daerah di Indonesia.  Tak terkecuali semeton Bali yang ada di rantauan.

Diantaranya krama Bali yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Beberapa waktu lalu mereka menggalang punia untuk meringankan beban para warga Karangasem yang mengungsi. Antusias umat Hindu di rantauan terbilang solid hingga terkumpul punia yang cukup fantastis.  Melalui DPP Peradah Indonesia Sultra dan PD KMHDI Sultra,  dana punia yang dihimpun telah tiba di Bali.  Dan rencananya akan dibelikan logistik seperti sembako,  MCK, keperluan ibu hamil dan bayi.

“Bantuan ini sepenuhnya terkumpul dari punia umat Hindu di Sultra dan akan digunakan untuk keperluan para pengungsi,” kata  I Gde Andika dari Perwakilan DPP Peradah Indonesia Sultra didampingi Putu Pande Hari Sugibali dan Gede Eka Pandi  (PD KMHDI Sultra) bersama DPP Peradah Indonesia Bali saat melakukan audensi dengan Ketua PHDI Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana M. Si, Jumat (20/10) di Kantor PHDI Bali.

Bantuan tersebut rencananya akan mulai di distribusikan Sabtu ( 21/10) di beberapa lokasi pengungsian di Karangasem.  Adapun dana punia yang terhimpun dan akan dibelikan logistik keperluan pengungsian mencapai Rp 87 juta lebih.

Rencananya, bantuan logistik akan dilanjutkan pada Minggu (22/10) di beberapa titik kemudian dilanjutkan ke beberapa posko pengungsian yang tersebar di Klungkung,  Buleleng,  Bangli,  Gianyar dan Denpasar.  “Kami juga nanti sumbangkan dua toilet portable bagi pengungsi. Ini menurut kami cukup urgen, “tambah Gede Eka Pandi.

Sementara itu Ketua PHDI Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana M. Si mengapresiasi penggalangan punia yang dilakukan oleh umat Hindu di Sultra. Menurutnya,  solidaritas semeton Bali yang mengalir dari berbagai daerah sebagai bukti bahwa rasa menyama braya tetap terjalin,  meskipun ada di rantauan.  Apalagi Peradah Sultra dan KMHDI Sultra sebagai representasi pemuda Hindu dinilai penting dalam membangun kesadaran dan kepekaan sosial,  khususnya potensi bencana yang tidak menutup kemungkinan akan menimpa umat Hindu di kawasan Gunung Agung.

Pihaknya juga menyarankan,  agar bantuan yang diserahkan kepada pengungsi betul-betul tepat sasaran sehingga tida mubazir.  “Kita sangat mengapresiasi atas semangat generasi muda Hindu.  Ini sebagai contoh, “pungkasnya. 008

Posbali/ist
Foto: Jajaran Pengurus PERADAH Sultra, KMHDI Sultra dan PERADAH bali disela menggelar audensi dengan PHDI Bali terkait distribusi bantuan untuk pengungsi.