Berita Dunia, Amerika – Elon Musk, orang terkaya di dunia, dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk membeli bisnis TikTok di Amerika Serikat. Langkah ini dapat memperkuat portofolio jejaring sosialnya setelah akuisisi X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter). Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg dalam laporan eksklusif mereka. Menurut sumber Bloomberg, diskusi internal di tingkat eksekutif sedang berlangsung terkait kemungkinan ini.
Namun, ByteDance, perusahaan induk TikTok, segera membantah laporan tersebut. “Kami tidak akan menanggapi sesuatu yang murni spekulasi,” ujar juru bicara ByteDance kepada EFE. Meski demikian, Bloomberg dikenal memiliki kredibilitas tinggi, dan kemampuan finansial Elon Musk sebagai miliarder tidak dapat disangkal.
TikTok Berpotensi Diblokir di AS pada 19 Januari
Isu ini mencuat hanya beberapa hari sebelum batas waktu yang ditetapkan pemerintah Amerika Serikat. Presiden Joe Biden telah menandatangani undang-undang yang mengharuskan TikTok untuk memisahkan diri dari ByteDance jika ingin terus beroperasi di wilayah AS. Jika TikTok gagal memenuhi tuntutan ini, platform tersebut berisiko dihapus dari toko aplikasi Google dan Apple, serta menghadapi pemblokiran akses oleh operator internet.
Mahkamah Agung AS telah mendengar argumen dari pihak TikTok pada 11 Januari. Namun, tanpa solusi yang jelas, TikTok menghadapi ancaman penutupan yang semakin nyata.
Peran Donald Trump dalam Masa Depan TikTok
Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih dapat memberikan dampak signifikan pada masa depan TikTok. Beberapa pakar yang dikutip oleh The New York Times berpendapat bahwa kebijakan Trump terkait platform asal Tiongkok ini bisa menjadi lebih keras. Dengan situasi politik yang belum menentu, nasib TikTok di AS masih berada dalam ketidakpastian.
Sementara itu, jika akuisisi oleh Elon Musk benar-benar terjadi, ia akan menambahkan TikTok ke dalam kerajaan bisnisnya, menyusul keberhasilannya dengan X. Namun, hingga saat ini, baik pihak ByteDance maupun Musk belum memberikan konfirmasi lebih lanjut terkait isu ini.
Masa depan TikTok di AS masih menjadi teka-teki besar, dengan banyak pihak yang menanti perkembangan lebih lanjut di tengah tensi politik dan ekonomi yang terus meningkat.
Sumber: Marca.com



