Tersangka Ari saat dihadirkan di Mapolres Buleleng. 
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Alasan membiyai pengobatan sang istri yang menderita gangguan pendengaran, seorang pekerja ojek online bernama Nor Ariansyah alias Ari (29) warga Kelurahan Kampung Bugis, Buleleng, harus berurusan dengan jajaran Polsek Kota Singaraja. Ari terpaksa dibekuk polisi, karena terbukti telah mencuri satu unit ponsel milik tetangganya sendiri.

Kasus pencurian satu unit handphone milik Martina Widyastuti ini bermula dari, tersangka Ari awalnya datang ke rumah korban dengan maksud meminjam sejumlah uang untuk biaya pengobatan istrinya, pada Selasa (16/7) lalu. Saat sampai di rumah korban, tiba-tiba tersangka Ari melihat ada satu unit handphone milik korban berada di atas meja ruang tamu.

Melihat ada handphone tersebut, muncul niat jahat tersangka Ari untuk mencuri handphone tersebut. Tanpa berpikir panjang, tersangka Ari langsung membawa kabur satu unit handphone  tersebut, lalu digadaikan sebesar Rp 500 ribu kepada teman kerjanya. Korban yang mengetahui handphone miliknya hilang, langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Kota Singaraja.

Anggota Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja, langsung melakukan proses penyelidikan. Memerlukan waktu lama sekitar 21 hari, polisi mengungkap kasus ini. Setelah proses penyelidikan akhirnya rampung, kemudian tersangka Ari pun berhasil diamankan polisi pada Selasa (6/8) dikediamannya. Tersangka Ari dibekuk tanpa adanya perlawana.

Dihadapan beberapa awak media, tersangka Ari mengakui perbuatannya. Ia nekat mencuri handphone itu untuk membiayai pengobatan istrinya.

“Saya datang ke rumah korban, pintunya sudah terbuka. Saya panggil-panggil tapi tidak ada sahutan. Akhirnya saya ambil HP korban, terus saya gadaikan ke teman. Hasilnya saya pakai berobat, karena istri saya tuli. Saya menyesal,” kata tersangka Ari, Kamis (8/8) siang.

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Kota Singaraja, AKP I Gusti Ngurah Yudistira mengatakan, selain terbukti mencuri satu unit handphone, ternyata terungkap bahwa tersangka Ari juga pernah mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu bersama ayahnya yang kini ditahan di Lapas Kelas IIB Singaraja.

Hanya saja saat ini, tersangka Ari sudah berhenti mengkonsumsi narkoba, pasca ayahnya ditahan.

“Ya dia (Ari) jiga pernah memakai narkoba, tapi sekarang sudah berhenti. Dia belum pernah ditahan. Kami sudah cek urine-nya, dan hasilnya negatif,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya ini, kini tersangka Ari harus merasakan hidup dibalik jeruji besi. Tersangka Ari terancam dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun penjara.