Empat maling yang ditangkap pada oprasi sikat agung

NEGARA,balipuspanews.com- Oprasi Sikat Agung yang digelar Polres Jembrana berhasil membekuk empat orang maling. Dari empat orang pelaku pencurian itu dua diantaranya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kabag Ops Polres Jembrana Kompol I Wayan Sinaryasa. Kamis (27/2) mengatakan kempat maling itu yakni Putu Sugiarta,26, asal Gerokgak, Buleleng, Nurholis Majit,19. asal lingkungan Ketapang, kelurahan Lelateng, Negara, Putu Agus Winantara,29, warga banjar Tengah, desa Yehkuning, Jembrana dan Komang Roy Sanjaya,26, warga banjar Panghkung Languan, desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo.

“Dua orang yakni Putu Sugiarta dan Nurholis Majit adalah DPO kasus pencurian dnegan pemberatan (Curat),” ujarnya didampingi KBO Reskrim, Iptu Putu Merta.

Keempat tersangka itu tertangkap berawal dari dibekuknya I Putu Sugiarta TO kasus pencurian laptop milik Ketut Suamba,46, warga kelurahan Gilimanuk.

Tersangka yang bekerja sebagai buruh bangunan di penginapan Kartika Candra yang awalnya akan mengambil bahan bangunan di dalam gudang, pada 5 Agustus 2019 lalu melihat laptop beserta charger milik korban lalu langsung mengambil dan menyembunyikan di semak-semak di seputaran Terminal Gilimanuk.

Pelaku kedua ditangkap yakni Nurholis Majit yang mencuri HP merk Xiaomi Redmi 5 plus warna putih di rumah milik Syarifhidayatullah di Lingkungan Ketapang Kelurahan Lelateng pada 1 Januari dan ditangkap anggota Sat Reskrimn, pada 10 Februari di Denpasar.

Tersangka ketiga, yang ditangkap yakni I Putu A.Winantara yang mencuri 1 buah kalung emas berisi bandul di rumah I Gede Sudita, 39, di Banjar Anyar Desa Yehkuning Kamis (6/2).

Tersangka ditangkap tim Opsnal Reskrim Polres Jembrana di rumahnya, pada Jumat (21/2).

“Ketiga tersangka kasus pencurian tersebutdijerat pasal 363 KUHP,” ungkapnya.

Sementara itu tersangka keempat, yang dibekuk yakni Roy Sanjaya yang mencuri dua buah Handphone milik Sven Ertel warga negara Jerman yang sementara tinggal di Desa Yehsumbul Mendoyo. Roy Sanjaya beraksi pada 20 Januari dan 8 Februari.

”Tersanka dijerat pasal 363 ayat 5 KUHP yo 65 KUHP. Keempat tersangka ditahan dan masih dalam penyidikan,” terangnya(nm/bpn/tim)