Enam orang penyalahguna narkotika jenis sabu saat dihadirkan di Mapolres Buleleng.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Buleleng kembali menciduk enam orang penyalahguna narkotika jenis sabu-sabu. Keenam penyalahguna itu, masing-masing bernama I Gede Panasehan alias Aldo (33), Made Sukastra alias Dek Ting-Ting (44), Putu Ary Swardana Yasa alias Moris (26), I Gede Adipa alias Dipa (42), I Gusti Bagus Ngurah Laksamana alias Gus Wah (26), serta Ketut Suwardika alias Angel (23).

Tak pelak, mereka pun harus berurusan dengan polisi. Keenam pelaku dicokok pada tempat dan waktu berbeda.

Ketut Suwardika alias Angel (23) merupakan waria yang beralamat di Banjar Dinas Pemaron, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng ini, diciduk bersama rekannya, saat hendak mengonsumsi narkotika jenis sabu.

Pegawai salah satu salon berambut panjang, dengan tato mawar di pahanya itu, ditangkap pada Rabu (31/7) dinihari, bersama rekannya I Gusti Bagus Ngurah Laksamana alias Gus Wah (26). Keduanya hendak mengonsumsi sabu di rumah milik Gus Wah, yang terletak di Banjar Dinas Jeroan, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Buleleng. Dari penangkapan ini, polisi berhasil menyita satu paket sabu, dengan berat 0.19 gram brutto.

Angel mengaku membeli barang haram tersebut pada seorang pengedar asal Kecamatan Banjar, melalui sitem tempel, sebesar Rp 500 ribu.

“Baru sekali dua kali makai. Cuma pengen nyoba aja,” singkat Angel ditemui di Mapolres Buleleng Senin (12/8).

Bagian lainnya, penangkapan penangkapan juga  dilakukan pada tersangka Aldo. Pria asal Banjar Dinas Dangin Pura, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng itu diciduk pada Senin (15/7), di sebuah gang wilayah Desa Anturan, Buleleng. Saat itu Aldo baru saja usai membeli satu paket sabu, dengan berat 0.17 gram brutto.

Setelah Aldo, polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap Made Sukastra alias Dek Ting-Ting. Pria asal Banjar Dinas Pondok, Desa Petandakan, Buleleng itu pun ditangkap polisi pada Selasa (6/8) saat tengah melintas di depan pura dalem Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng. Dari saku celana Dek Ting-Ting, petugas berhasil menemukan dua paket sabu yang dikemas dalam potongan plastik pipet, dengan berat total 0.10 gram brutto.

Nah, dihadapan polisi, tersangka Dek Ting-Ting mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang pria asal Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng bernama Putu Ary Swardana Yasa alias Moris. Dimana transaksinya dilalukan di kediaman milik rekannya, bernama I Gede Adipa alias Dipa.

Atas informasi itu, polisi pun bergegas melakukan penangkapan terhadap tersangka Moris dan Dipa pada Selasa (6/8) sekira pukul 13.30 wita. Hasilnya, polisi menemukan sebuah kantong kresek berwarna hitam, berisi satu paket sabu seberat 0.05 gram lengkap dengan alat hisap sabunya, serta uang tunai sebesar Rp 400 ribu. Kendati demikian, polisi belum dapat menyimpulkan apakah tersangka Moris dan Dipa merupakan seorang pengedar, atau hanya sebatas mengonsumsi.

 

“Masih kami dalami, namun yang jelas dari hasil tes urinnya, tersangka Moris dan Dipa positif mengonsumsi narkoba,” kata Wakapolres Buleleng, Kompol Loduwyk Tapilaha.

Imbuh Kompol Loduwyk, keenam pengguna narkoba ini mendapatkan barang haram tersebut dari pengedar yang berbeda-beda. Kendati demikian, pihaknya sudah mengantongi identitas dari para pengedar, yang masing-masing berinisial E, K dan P.

“Pengedarnya beda-beda, namun masih satu jaringan, dari Kecamatan Buleleng. Ketiga pengedar itu sudah masuk DPO dan dalam pengejaran,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, ke enam tersangka ini pun dijerat dengan pasal 132 ayat (1) yo pasal 112 ayat (1) dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara, atau denda paling banyak Rp 800 juta.