Enam Srikandi Siap Bertarung Pada Pilkel Serentak di Buleleng

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten, Made Agus Jaya Sumpena
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten, Made Agus Jaya Sumpena

BULELENG, balipuspanews.com – Gelaran pemilihan perbekel serentak tinggal menghitung hari. Namun ada yang menarik dalam gelaran Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak kali ini. Setelah usai melakukan penetapan calon dan foto perbekel pada 17 September 2021, secara resmi enam srikandi dari masing-masing desa telah ditetapkan menjadi calon perbekel dalam pemilihan serentak yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 mendatang.

Berdasarkan data yang ada, jumlah calon perbekel yang sudah ditetapkan oleh Pantia Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak di Kabupaten Buleleng tahun 2021 sebanyak 123 orang.

Keenam srikandi itu sesuai data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buleleng yakni Desa Kayuputih, ada dua calon perempuan yakni Nyoman Ardini dan Kadek Dina, Desa Banjar Tegeh ada Ketut Sri Anggreni, Desa Tampekan ada Komang Sari Darmawati, dan di Desa Pohbergong ada dua calon yakni Ni Ketut Meni dan Ni Nyoman Suartini.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Buleleng, Made Agus Jaya Sumpena mengatakan saat ini memang dalam data pilkel yang menarik terdapat enam calon perbekel perempuan yang siap berkompetisi pada gelaran ini. Kemudian saat ini pihaknya juga tengah bersiap menyusun agenda pengundian nomor urut dan penetapan desain surat suara.

“Pemilihan tahun ini terdapat 6 perempuan maju dalam Pilkel serentak, sisanya adalah laki-laki. Cukup menarik karena perempuan Buleleng sekarang ini mulai muncul dalam Pilkel,” ujarnya saat ditemui, Kamis (23/9/2021).

Jaya Sumpena yang juga Ketua Panitia Pilkel Serentak menyampaikan terkait pengundian nomor urut. Nantinya keseluruhan rangkaian kegiatan pada tanggal 10 dan 11 Oktober 2021 diserahkan kepada pemerintah desa masing-masing. Hanya saja pihaknya tetap menerjunkan stafnya untuk melakukan pengawasan proses pelaksanaan berjalan dengan protokol kesehatan secara ketat.

“Besar harapan kami agar rangkaian kegiatan Pilkel serentak nanti tidak menimbulkan klaster baru kasus Covid-19. Makanya dari awal kami terus meminta segala jenis rangkaian kegiatan tidak boleh ada kerumunan dan selalu menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, Jaya Sumpena juga telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa untuk senantiasa melakukan sosialisasi kepada calon perbekel dan warganya untuk tidak melakukan kegiatan yang nantinya mendatangkan kerumunan.

“Semoga dalam pengundian nomor nanti berjalan dengan lancar dan aman, sehingga kami dari panitia bisa segera mencetak surat suara,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan