30 C
Denpasar
26/02/2021, 11:51 AM
Beranda Bali Tabanan Era Milenial, Beryadnya Diharap Biaya Murah dan Efisien

Era Milenial, Beryadnya Diharap Biaya Murah dan Efisien

balipuspanews google news

TABANAN, Balipuspanews.com – Semeton Hindu di Bali termasuk pula semeton Hindu Tabanan dikenal gigih dalam melakukan Panca Yadnya. Bahkan untuk menyukseskan sebuah yadnya, tidak jarang menghabiskan biaya besar dan waktu yang relatif panjang. Demikian diungkapkan politikus Partai Nasdem Tabanan I Gede Putu Ardika Putra, Rabu (20/3).

Menurutnya, di era milinial semeton Hindu di Bali harus mengedepankan beryadnya yang murah biaya dan efisien tanpa mengurangi tujuan dan makna yang digelar. Efisiensi dalam biaya ini baginya harus digaris bawahi, terutama ketika dalam menggelar suatu yadnya diawali dengan menjual tanah warisan leluhurnya.

“Apabila setiap beryadnya diawali dengan menjual tanah warisan, lama kelamaan tanah warisan leluhur akan habis,” ungkapnya.

Sepanjang kebodohan saya imbuhnya, beryadnya itu harus didasari rasa tulus dan bukan bermewah-mewah. Beryadnya juga semestinya mengukur kemampuan diri, bukan untuk gengsi-gengsian atau juga demi sebuah kebanggaan semu.

“Okelah bisa membuat yadnya dengan biaya ratusan juta tetapi dengan menjual tanah warisan, lalu generasi kita nanti hidup dari apa? Lalu kebanggaan apa yang didapat dengan beryadnya tetapi menghilangkan sebagian sejarah leluhur dengan menjual tanah warisannya?” sebutnya.

Ardika Putra kemudian mengatakan, di era milinial ini semeton Hindu khususnya di Tabanan maupun Bali harus berani melakukan sebuah revolusi dalam beryadnya. Revolusi yang dimaksudkannya tiada lain banjar atau desa pakraman mengambil peran langsung yadnya-yadnya yang bersifat kolektif. Terutama dalam menggelar pitra dan manusa yadnya.

“Bila perlu PHDI dan majelis Desa Pakraman membuat awig-awig yang mengatur agar banjar dan desa pakraman melakukan pitra dan manusa yadnya secara kolektif,” jelasnya.

Baginya, yadnya yang digelar secara kolektif sangat efisien. Baik dari sisi biaya, waktu maupun tenaga. Selain juga akan mampu menjadi wahana untuk semakin memperkuat spirit menyama braya yang kini mulai terkikis.

Kembali pada kritiknya beryadnya dengan menjual tanah warisan leluhur, Ardika Putra menegaskan bahwa beryadnya harus menyesuaikan dengan kemampuan. Disinilah baginya semeton Tabanan maupun Bali harus gigih bekerja untuk menghidupi diri dan keluarga. Termasuk pula sebagian dari penghasilan tersebut disisihkan untuk beryadnya.

“Tentu akan terasa lebih bangga dan bermakna, ketika kita beryadnya dari hasil keringat sendiri,” tutupnya. (rah/bpn/tim)

- Advertisement -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
5 Waktu Penting Cuci Tangan Dengan Sabun
00:48
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Mengantri
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berwisata
00:54
Video thumbnail
Tips Menaiki Pesawat di Masa Pandemi
01:06
Video thumbnail
Hal-hal yang Mesti Diperhatikan Setelah Keluar Rumah
00:48
Video thumbnail
Gaya Hidup Sehat yang Bisa Diterapkan di Tengah Pandemi
01:03
Video thumbnail
Perlengkapan yang Wajib Dibawa Dalam Tas di Masa Pandemi
00:57
Video thumbnail
Protokol Kesehatan di Tempat Ibadah
00:57
Video thumbnail
Tips Berkendara di Masa Pandemi
01:12
Video thumbnail
3 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berkunjung ke Suatu Tempat
00:47
Video thumbnail
Langkah Mencegah Kluster Keluarga
01:03
Video thumbnail
Panduan Menggunakan ATM di Masa Pandemi
01:22
Video thumbnail
Tanda Daya Tahan Tubuh Melemah
00:52
Video thumbnail
6 Jenis Salam Pengganti Jabat Tangan yang Populer di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Lindungi Lansia dari Covid-19
00:44
Video thumbnail
Tips Aman Nyoblos di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Pergi Bekerja
00:56
Video thumbnail
Tips Menggunakan Kendaraan Umum di Masa Pandemi
01:05
Video thumbnail
Tips Aman Makan di Rumah Makan di Masa Pandemi
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Memakai Masker
00:50
Video thumbnail
Penggunaan Masker yang Benar
01:18
Video thumbnail
Tips Menjaga Imunitas Tubuh di Masa Pandemi
00:51
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja ke Supermarket
00:57
Video thumbnail
Tips Aman Berjualan di Masa Pandemi
00:45
Video thumbnail
Cara Mencuci Masker Kain Dengan Benar
02:25
Video thumbnail
Manfaat Menggunakan Masker Dengan Benar
00:45
Video thumbnail
Tips Aman Keluar Rumah di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Tips Aman Berbelanja di Pasar di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Protokol Kesehatan yang Harus Dilakukan Driver Taksi Online
00:56
Video thumbnail
Protokol Kesehatan yang Mesti Dipatuhi Driver Ojek Online di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Protokol Kesehatan Bagi Pekerja di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Tips Aman Menggunakan Taksi Online di Masa Pandemi Covid-19
00:54
Video thumbnail
Tips Aman Menaiki Ojek Online di Masa Pandemi
01:10
Video thumbnail
Tips Aman Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:26
Video thumbnail
7 Langkah Mencuci Tangan Benar
01:09
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:50
Video thumbnail
Etika Batuk yang Benar
00:51
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:49
Member of