Jawa Barat dalam statistik
Jawa Barat dalam statistik
sewa motor matic murah dibali

BANDUNG, balipuspanews. com – Pada era milenial Provinsi Jawa Barat  menelorkan program desa digital  dalam mengatasi kemiskinan di wilayah penduduk terpadat di Indonesia itu, dengan digital diharapkan mampu untuk mengatasi ketimpangan desa satu dengan desa yang lainnya.

BERITA TERKAIT :

Hal ini diuangkapkan oleh Aziz Sulficar Aly Yusca Plt Bagian Pelayanan dan Informasi Biro Humas dan Keprotokolan Setda Jawa Barat ketika menerima rombongan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali saat berkunjung ke Biro Humas dan Protokol Setda Jawa Barat guna bertukar informasi pelayanan kehumasan.

“Jawa Barat merupakan penduduk terpadat di Indonesia dengan penduduk 48 .683.861 Jiwa, jumlah kemiskinan pun meningkat utamanya di Jawa Barat bagian Selatan, untuk itu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melakukan berbagai terobosan salah satunya Desa Digital,” jelasnya.

Sampai saat ini, angka kemiskinan mengalami penurunan mulai tahun 2017 sebesar 0,44 persen, dimana penurunan angka kemiskinan itu lebih cepat daripada perkotaan.

Disisi lain, seperti yang sempat dirilis oleh Humas Pemprov Jabar pada tahun 2018 Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meluncurkan program desa digital di Desa Puntang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Desa ini sekaligus menjadi kawasan percontohan program yang bertujuan untuk memperpendek gap ekonomi di Jawa Barat itu.

“Kita memulai visi digital inklusif untuk mengurangi ketimpangan dengan memulai program Desa Digital yang ekonomi utamanya di bidang perikanan untuk desa Puntang ini,” kata dia dikutip dari siaran pers Humas Pemprov Jabar.

Desa Digital merupakan program pemberdayaan masyarakat dengan memanfatkan teknologi digital dan internet untuk mengembangkan potensi desa, hingga percepatan akses layanan publik. “Ini adalah solusi meningkatkan perekonomian masyarakat desa,” kata pria yang karib disapa Kang Emil itu.

Mayoritas warga Desa Puntang beternak ikan lele. Desa tersebut memiliki 25 ribu kolam ikan lele dengan luas setara 22 ribu hektare. Usaha warga masih terkendala dalam proses budidya, paca panen belum optimal, dan kesulitan di akses pasar.

Sebagai bagian dari program Desa Digital, pemerintah provinsi mengggandeng penyedia aplikasi e-Fishery, aplikasi untuk membantu mengatur waktu dan pemberian volume pakan ikan via telepon pintar, untuk membantu peternak lele di Desa Puntang. Telepon pintar yang telah ditanamkan aplikasi tersebut dibagikan pada 225 peternak di desa tersebut. “Nanti mereka menggunakan smartphone sebagai acuan dalam penaburan pakan,” kata Ridwan Kamil.

Pemakaian aplikasi tersebut diharapkan bisa meningkatkan efisiensi pakan untuk menambah jumlah panen. Biasanya panen lele 3-4 kali dalam setahun. Diharapkan dengan pemanfaaan aplikasi ini bisa menambah panen menjadi 6 kali dalam setahun. Di atas kertas, penggunaan aplikasi itu diharapkan bisa mendongkrak perputaran perdagangan lele desa tersebut. (art/humas Jabar/bpn/tim)