Kondisi pasca aktifitas batuknya kembali Gunung Agung belakangan ini diwaspadai oleh warga yang tinggal dibantaran Sungai Unda,KLungkung.
Kondisi pasca aktifitas batuknya kembali Gunung Agung belakangan ini diwaspadai oleh warga yang tinggal dibantaran Sungai Unda,KLungkung.
sewa motor matic murah dibali

SEMARAPURA, balipuspanews.com- Kondisi pasca aktifitas batuknya kembali Gunung Agung belakangan ini diwaspadai oleh warga yang tinggal dibantaran Sungai Unda,KLungkung.

Disamping itu aliran sungai yang sering meluap akhir akhir ini juga membuat warga yang tinggal diseputar DAS Sungai Unda yang ada disebelah Barat dan diutara Jembatan Sungai Unda ,KLungkung ini mengaku was was juga. Mereka mengaku pada trauma pasca sempat terendam aliran air bah saat Gunung Agung meletus dan mengalirkan larva ,dimana saat hujan turun menjadi aliran lahar dingin ini menggenangi pemukiman warga setempat.

Kini kembali warga merasa trauma juga ,takut jika suatu saat aliran lahar dingin kembali menerjang pemukiman mereka. Warga yang tinggal dibantaran sungai ditemui mengakui sudah minta bantuan Dinas PU Propinsi Bali untuk membuat tanggul dialiran sungai Unda agar tidak sampai menyasar pemukiman warga.

Hal itu diakui oleh warga setempat bernama Wayan Muliarsa . Menurutnya dulu sempat aliran air bah sempat masuk menggenangi tempat tinggal mereka air saat meluap.

Warga banjar Sengguan lainnya Wayan Dana(51) yang mengaku sudah tinggal dibantaran sungai disisi barat sungai unda selama 30 tahun lamanya. Pria dengan satu istri dan 4 anak ini menyatakan selama ini memang sering mengalami langganan banjir bandang dari aliran sungai Unda. “Sering air sungai meluap sampai 1 hingga 2 meter menggenangi rumah kami. Saya menghimbau dan Ingin pemerintah menjaga keselamatan kami dengan membuat tanggul pengaman ,”terang Wayan Dana. Diakuinya sementara ini ada bantuan pembangunan tanggul dari Dinas PU propinsi Bali cuma dibuat secara darurat,”sebutnya.

Sementara itu lurah Semarapura Kangin I Wayan Sudharma,SH,MAP ditemuui diruang kerjanya menyebutkan Warga Sengguan yang tinggal diDAS bantaran Sungai Unda ini ada 11 KK .Malah dirinya sudah setiap saat melakukan warning untuk warga tersebut selalu waspada.,utamanya saat hujan deras turun.”Setiap hari dan setiap saat jika ada hujan lebat kami selalu melakukan sosialisasi ,untuk warga tersebut kita minta agar waspada berhati hati dengan cuaca dan kondisi gunung agung akhir akhir ini termasuk cuaca yang ektrim,”jelasnya..

Malah Ketika kondisi buruk, cuaca yang tidak bersahabat dan situasi emergency warga sudah kita datangi dan dihimbau untuk bisa meninggalkan rumah sementara ketempat yang lebih aman. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal hal yang tidak kita inginkan terjadi,” terang lurah Wayan Sudharma tegas. Dirinya juga mewanti wanti warga agar jangan sampai terjadi musibah ,malah nantinya aparat menjadi sasaran kesalahan atas kondisi yang tejadi,tambahnya.

Dirinya menjadikan pengalaman berharga bagi warga setempat saat terjadinya musibah rumah warga tenggelam yang patal,yang sempat terjadi saat erupsi gunung agung yang lalu. “ Waktu itu ada 1 keluarga semuanya perempuan ,dimana satu orang mengalami buta,1 orang sudah uzur usia lanjut dan 1 orang masih normal kita lakukan evakuasi sekitar pukul 11 malam ,bersama babinkamtibmas dan babinsa. Dan kita terpaksa melakukan evakuasi paksa saat itu demi kemanusiaan nyawa orang taruhannya,” pungkasnya. Saat itu dirinya cuma bertiga menantang bahaya dengan melalui jembatan darurat diatas aliran air tukad cau yang deras,dan panjangnya hampir 5 meter. Nyawa taruhannya saat itu kondisi gelap gulita kita turun untuk melakukan tugas kemanusiaan.(Roni/bpn/tim)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here