Dewan Bali serta penyuluh Bahasa Bali membahas persiapan Bulan Bahasa Bali yang dilaksanakan pada Februari 2019 mendatang.

Denpasar, balipuspanews. com- Dewan Bali serta penyuluh Bahasa Bali membahas persiapan Bulan Bahasa Bali yang dilaksanakan pada Februari 2019 mendatang. Acara yang dilaksanakan di Wantilan DPRD Bali, Minggu (7/10) pagi, ini dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta, Sekretaris Komisi IV DPRD Bali Nyoman Budi Utama, dan Sekretaris Komisi III DPRD Bali Ketut Kariyasa Adnyana, dan ratusan penyuluh Bahasa Bali dari seluruh kabupaten/Kota se-Bali, serta para akademisi dan beberapa stakeholders terkait.

Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta menjelaskan, pelaksanaan Bulan Bahasa Bali pada Februari 2019 merupakan kegiatan yang pertama kali digelar. Penyelenggaraan bulan bahasa Bali sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali tentang Perubahan Perda Nomor 3 Tahun 1992 Tentang Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, dan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaran Bulan Bahasa Bali.

Pihaknya mengundang para penyuluh bahasa Bali agar mereka menyiapkan usulan program kegiatan bersama Dinas terkait pada Bulan Bahasa Bali tersebut.
“Kita mengundang seluruh penyuluh bahasa Bali untuk membahas persiapan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali pada Februari 2019 tersebut. Mereka perlu mengetahui isi Perda dan Pergub tentang bulan Februari sebagai bulan bahasa Bali, sehingga mulai menyiapkan diri dari sekarang. Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali merupakan upaya untuk melestarikan bahasa Bali,” jelas Parta.

Caleg DPR RI ini melanjutkan, para penyuluh Bahasa Bali tersebut juga perlu mengetahui bahwa di dalam Perda dan Pergub telah mengatur tentang pembiayaan acara itu. untuk kegiatan di tingkat Provinsi dibiayai oleh APBD provinsi Bali, untuk tingkat kabupaten dibiayai oleh APBD Kabupaten/Kota, dan dibiayai oleh APBDesa untuk kegiatan ditingkat Desa. “Para penyuluh bahasa Bali ini bertugas di desa-desa di seluruh Bali. Nanti mereka akan koordinasi dengan kepala desa terkait program dan pembiayaan kegiatan Bulan Bahasa tersebut,” jelas Parta.

Politikus PDI perjuangan asal Desa Guwang, Sukawati, Gianyar ini mengungkapkan, Pemprov Bali mengalokasikan anggaran Rp 1 Miliar dalam APBD induk 2019 untuk membiayai kegiatan Bulan Bahasa Bali tersebut.

Sejumlah kegiatan pada Bulan Bahasa Bali itu di antaranya festival, nyurat aksara massal, lomba memimpin rapat dengan bahasa Bali, festival memadik, olimpiade, dan lomba aplikasi bahasa Bali. Ada juga kegiatan berupa pameran, pertunjukan, seminar dan kegiatan lain yang relevan. (rls/bpn/tim)