Selasa, April 16, 2024
BerandaNasionalJakartaFenomena Ratusan Warga Sejumlah Desa Kecanduan Obat Terlarang, Pemerintah Diminta Bertindak tegas

Fenomena Ratusan Warga Sejumlah Desa Kecanduan Obat Terlarang, Pemerintah Diminta Bertindak tegas

JAKARTA, balipuspanews.com – Pemerintah dan Badan Narkotika Nasional (BNN) diminta benar-benar menyoroti serius atas fenomena ratusan warga sejumlah desa di Karawang, Jawa Barat yang kecanduan obat keras tertentu (OKT).

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai fenomena penyalahgunaan narkoba dan obat-obat terlarang tidak hanya marak terjadi di perkotaan, tetapi juga sudah menjalar hingga ke desa-desa.

“Bukan hanya jenis narkoba sabu, ekstasi, atau ganja tapi obat-obatan jenis G yang konsumsinya disalahgunakan. Seperti kasus terbaru yang terjadi di sejumlah desa-desa di kawasan Kabupaten Karawang dimana ratusan warganya, mulai dari anak-anak Sekolah Dasar (SD) hingga lansia, terjerat kecanduan obat terlarang, jenis Hexymer dan Tramadol,” ucap Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (15/8/2023).

Untuk itu, ia meminta pemerintah dan BNNx untuk benar-benar menyoroti masalah serius tersebut, karena telah merambah ke generasi muda hingga kelompok lansia yang seharusnya dilindungi dari efek negatif narkotika/obat terlarang.

“Aparat kepolisian perlu memberikan tindakan tegas terhadap para pelaku atau bandar yang secara bebas memperjualbelikan obat-obatan terlarang tersebut, sekaligus mendalami kasus ini guna mengungkap oknum hingga jaringan yang terlibat didalamnya.

BACA :  Lestarikan Seni Budaya, Wali Kota Jaya Negara Buka Festival Beraban 2024 "Saguna Prawerthi"

Upaya ini diperlukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dan aparat dalam memberantas peredaran juga penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang,” pesannya.

Langkah penting yang juga haru dilakukan, menurut Bamsoet yaitu gerak cepat dari BNN bekerja sama dengan pemerintahan tingkat desa untuk lebih memasifkan penyuluhan atau mengedukasi tentang bahaya narkoba dan obat-obatan terlarang,

guna meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya kepada generasi muda akan bahaya narkotika juga memahami konsekuensi negatif yang dapat ditimbulkannya.

“Mengingat narkotika dan obat terlarang merupakan masalah serius yang tidak hanya berdampak pada individu, namun juga pada keluarga, masyarakat dan negara secara keseluruhan,” imbuhnya.

Ia juga menekankan semua pihak khususnya institusi pendidikan dapat bekerja sama dan bersatu dengan pemerintah baik pusat maupun daerah hingga tingkat desa dalam melawan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

“Utamanya memastikan lingkungan tempat tinggal hingga lingkungan sekolah menjadi lingkungan yang aman dan sehat,” tegas Bamsoet.

Untuk diketahui, Tramadol umumnya digunakan sebagai obat pereda nyeri sedang dan berat. Obat ini diklasifikasikan sebagai obat keras menurut Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengelolaannya Obat-obat Tertentu (OKT) namun penggunaannya seringkali disalahgunakan.

BACA :  Minggu Diperkirakan Jadi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Padangbai

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat ditanya tentang fenomena ini mengaku heran atas fenomena yang dialami ratusan warga Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, kecanduan kecanduan obat keras tertentu (OKT) jenis Tramadol dan Hexymer.

Menkes mengatakan Tramadol tidak bisa diperoleh secara bebas. Penggunaannya harusnya melalui resep dokter. “Jadi agak heran kenapa bisa terjadi seperti itu,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (14/8/2023).

Sejauh ini, Polres Karawang, Jawa Barat telah menangkap para pengedar OKT. Para tersangka ini menjual OKT dengan beragam melalui konter pulsa, warung nasi, hingga memanfaatkan bekas warung untuk menyamarkan penjualan OKT.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular