sewa motor matic murah dibali

 

BANGLI, balipuspanews.com- Beragam cara dilakukan untuk memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November tiap tahunnya. Salah satunya seperti dilakukan oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 1626/Bangli yang menggelar Festival Kepahlawanan Milenial. Pada acara yang bertajuk ‘Milenial Bangkit, Indonesia Jaya’ itu Kodim 1626/Bangli memberikan apresiasi kepada tiga orang milenial yang berjasa di bidangnya masing-masing.

Mereka adalah Pande Putu Setiawan selaku pendiri Komunitas Anak Alam yang berjasa dalam bidang pendidikan non-formal anak-anak di Bangli. Ada juga I Dewa Agung Ayu Alamanda Diastari yang berkesempatan menjadi anggota paskibraka di Istana Negara. Terakhir adalah Ida Bagus Made Astawa Diputra yang merupakan pelukis dengan alas lontar.

Komandan Kodim (Dandim) 1626/Bangli, Letkol Inf Himawan Teddy Laksono menjelaskan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan apresiasi kepada generasi muda yang meluangkan waktunya, menyisihkan tenaga dan pikirannya untuk membangun Kabupaten Bangli di berbagai sektor, baik itu lingkungan, pendidikan, sosial, budaya dan aspek-aspek lainnya.

“Tentu saja, kontribusi anak-anak muda itu, besar maupun kecil, sudah sepatutnya kita apresiasi dan kota dukung sepenuhnya. Dengan ruang dan waktu yang berbeda, anak-anak muda itu telah menjadi inspirasi bagi kita semua dalam mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan nyawa oleh para pahlawan yang telah mendahului kita,” kata Dandim yang karib disapa Letkol HTL itu kepada wartawan, Minggu (10/11/2019).

Ia melanjutkan, bukan tanpa alasan event ini dihelat. Menurut proyeksi penduduk Indonesia dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Indonesia mencapai 265 juta jiwa. Mereka yang berusia 20-34 tahun akan disebut secara sederhana sebagai kelompok milenial. Laporan memperlihatkan bahwa jumlah generasi millennial berusia 20-35 tahun mencapai 24 persen, setara dengan 63,4 juta dari 179,1 juta jiwa yang merupakan usia produktif (14-64 tahun).

“Pada 2019, jumlah mereka diproyeksi sebanyak 80 juta dari total populasi Indonesia yang mencapai 268 juta jiwa. Artinya, hampir sepertiga penduduk di Indonesia adalah kelompok milenial,” tutur Letkol HTL. Tidak salah bila pemuda disebut sebagai penentu masa depan Indonesia,” tegas Letkol HTL.

Di sisi lain, beberapa pihak menggambarkan jika mereka berkarakter liberal dan sekuler, tapi ada pula yang mendeskripsikan mereka religius yang cenderung konservatif. Bahkan, ada yang menyebut bahwa mereka apatis dan pasif terhadap dinamika politik, juga kurang rasa nasionalisme. Yang terakhir ini menjadi perhatian kita bersama.

“Untuk itu, kegiatan ini dititik-tekankan pada upaya untuk membangkitkan semangat nasionalisme di kalangan milenial. Dan, kita bersyukur generasi milenial di Bali dan Bangli pada khususnya masih mewarisi semangat nasionalisme yang digelorakan oleh para pendahulu kita, para pahlawan yang dengan gigih mengorbankan segalanya untuk Indonesia,” tuur dia.

Di sisi lain, Letkol HTL menegaskan jika kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mendukung langkah pemerintah yang sangat berkepentingan menyukseskan bonus demografi yang akan dialami pada tahun 2030 hingga 2045. “Pada periode itu, 70 persen populasi Indonesia merupakan penduduk usia produktif atau yang biasa disebut generasi milenial dari jumlah penduduk Indonesia yang diprediksi mencapai 321 juta jiwa,” tutur Letkol HTL.

Pada kesempatan sama, Bupati Bangli, I Made Gianyar menyambut baik kegiatan ini. Katanya, sudah selayaknya jasa para kusuma bangsa diingat dan diteruskan oleh generasi muda. Ia mengapresiasi event yang diinisiasi oleh Dandim Bangli. Ia sependapat jika masa dwpan bangsa ada di tangan para pemuda.

“Ini kegiatan luar biasa yang dilaksanakan oleh orang tak biasa (Dandim bangli). Spirit perjuangannya sama. Kalau dulu melawan penjajah, sekarsng berjuang melawan diri sendiri. Malasnya dilawan, bodohnya dilawan, kemiskinannya dilawan,” katanya.

Ketua DPRD Bangli, I Wayan Diar berharap event Festival Kepahlawanan Milenial bisa diselenggarakan yiap tahun untuk memberi motivasi kepada generasi muda terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Bangli. “Jika diperkenankan, saya berharap kegiatan ini bisa diselenggarakan setahun sekali sebagai bentuk motivasi dan dukungan kita kepada anak-anak muda memberikan kontribusi positif bagi Bangli,” ucap dia.