Ketua Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet saat berkunjung ke Provinsi Maluku
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Maluku,  balipuspanews. com -Mempertahankan kerukunan antar umat beragama sangatlah mahal dan tidak bisa diganti dengan apapun. Kerukunan juga sebagai pondasi pembangunan, karena tanpa kerukunan kita tidak mungkin bisa membangun. Untuk itu, bagaimanapun kerukunan ini wajib kita bangun dan disosialisasikan secara terus menerus.

Demikianlah pernyataan tegas yang disampaikan Ketua Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet saat berkunjung ke Provinsi Maluku, Sabtu (17/11) lalu.

Dalam kunjungannya ke provinsi seribu pulau ini, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet diterima langsung oleh Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Ronny Sam Wolter Tairas, Plt. Ketua FKUB Maluku, Cor Lonuknah, dan Kasubag Hukum Kanwil Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, Laciri di Kantor Gubernur Maluku.

“Tujuan kunjungan kami ke Provinsi Maluku, khususnya di Kota Ambon ini untuk mengetahui kondisi FKUB Maluku sekaligus kondisi saudara-saudara kita di Kota Ambon Manise,” jelasnya seraya menyatakan sehingga apa yang ada di Kota Ambon terkait dengan kondisi kerukunannya, akan saya sampaikan ke Asosiasi FKUB Indonesia.

Mendengar hal itu, Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Ronny Sam Wolter Tairas yang mewakili Gubernur Provinsi Maluku, Said Assagaff menyatakan di Provinsi Maluku telah dibentuk FKUB dan diikuti sebanyak 11 Kabupaten/Kota lainnya. Pembentukan forum ini mengacu pada Keputusan Bersama Menteri Agama RI dan Menteri Dalam Negeri RI, Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam hal pemeliharaan kerukunan antar umat beragama dan pendirian rumah ibadah.

“Selain membentuk pengurus FKUB, kami juga telah membentuk Dewan Penasihat FKUB ditingkat Provinsi yang diketuai oleh Wakil Gubernur Maluku dan selama ini koordinasi FKUB dengan Pemerintah Daerah sudah terjalin dengan baik,” jelas Ronny Sam Wolter Tairas yang didampingi Plt. Ketua FKUB Maluku, Cor Lonuknah.

Sebagai gambaran terkait dengan keberadaan FKUB Provinsi Maluku dalam menjaga kerukunan antar umat beragama, Ronny Sam Wolter Tairas lebih lanjut menerangkan bahwa keharmonisan dan keindahan dalam ikatan toleransi kerukunan antar umat beragama di pulau yang kaya akan rempah-rempahnya ini sudah kami perlihatkan ketika sukses menyelenggarakan beberapa event kegiatan tingkat nasional yang diselenggarakan beberapa tahun terakhir ini. Diantaranya seperti mengadakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XX tingkat nasional, kemudian ada event Pesparawi tingkat nasional maupun Universitas se-Indonesia, gerak jalan santai akbar kerukunan antar umat beragama yang dibuka langsung oleh bapak Menteri Agama, dan yang baru saja selesai dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 kemarin adalah Pesparani tingkat nasional yang pertama dilaksanakan di Indonesia dan Provinsi Maluku sebagai tuan rumah yang pertama melaksanakan kegiatan tersebut.

Atas kondisi ini, Ketua Asosiasi FKUB Indonesia Ida Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet menyatakan salam hormatnya dan salut kepada pengurus FKUB Provinsi Maluku yang sudah gigih mempertahankan kerukunan. Sehingga pesan kami, agar nilai-nilai kerukunan di Maluku ini harus dijaga dengan baik dan dijunjung terus persaudaraan antar umat beragama.

“Selain itu, kami juga berharap dan memohon kepada bapak Gubernur Maluku agar menjadikan kerukunan ini sebagai prioritas utama, termasuk membantu FKUB Maluku secara anggaran agar ditingkatkan, hal ini kami harapkan mengingat semua daerah di Indonesia sangat tergantung dengan kerukunan,” ujar Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet yang juga menjabat menjadi Ketua FKUB Provinsi Bali ini.

Sebelumnya perlu diketahui bersama, kehadiran Ketua Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet ke Provinsi Maluku, Sabtu (17/11) sampai, Senin (19/11) ini tercatat juga diikuti oleh pengurus FKUB Provinsi Bali, Forum Perempuan Lintas Agama (Forpela) Provinsi Bali, Forum Generasi Muda Lintas Agama (Forgimala) Provinsi Bali, dan Sub Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kemenag Provinsi Bali dalam rangka untuk menambah wawasan pengurus FKUB, Forpela, dan Forgimala terkait kerukunan dan pola kehidupan masyarakat Indonesia yang multikultural di Kota Ambon khususnya. (rls/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...