Foto babi. Sumber gambar IDX Chanel
Foto babi. Sumber gambar IDX Chanel

DENPASAR, balipuspanews.com- Isu African Swine Fever ( ASF) alias flu babi yang menyebabkan banyaknya babi mati mendadak membuat masyarakat peternak babi resah. Selain mengancam perekonomian warga, secara psikologis mengkonsumsi daging babi dianggap mengancam kesehatan.

Menyikapi hal itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali akan menggelar makan daging babi di lingkungan Dinas Pertanian Provinsi Bali, Jumat (7/2/2020) mendatang.

“ Upaya ini untuk memulihkan kepercayaan peternak atas musibah kematian ternak, pemulihan psikologis dengan mengkampanyekan bahwa aman mengkonsumsi daging Babi,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan I Ketut Gede Nata Kesuma, saat dijumpai dikantornya, Senin (3/2/2020).

Kata Nata, dampak ekonomi bagi peternak yang mengalami kematian dan psikologis, tidak saja kepada peternak yang mengalami ternak mati, dampaknya terhadap peternak lain nantinya sedikit saja ada isu kematian ternak babi mereka secara tergesa-gesa menjual babinya, padahal belum waktunya.

Dampak lainnya, agar tidak supply babi naik, sedangkan harga daging babi di pasaran semakin turun.

Dalam kampanye nanti, selain OPD, peternak babi, pedagang daging babi, serta masyarakat akan diundang untuk bersama-sama menikmati daging babi.

Seperti diketahui, virus african swine fever (ASF) atau flu babi tersebut tidak menular pada manusia. Hanya menular pada sesama hewan babi. Makanya mengkonsumsi daging babi aman bagi masyarakat.

Rencana kegiatan nanti, lanjut Nata, akan dilaksanakan mulai pukul 09.00 Wita, dengan memakan makanan dari olahan daging babi bersama-sama disamping juga menyosialisasikan terhadap peternak, terkait penanganan dan antisipasi yang sifatnya mengedeukasi. (bud/bas)