Jumat, Juni 21, 2024
BerandaBulelengFogging ULV Menjelang Pagi, Dinkes Buleleng Klaim Aman dan Sudah Sesuai SOP

Fogging ULV Menjelang Pagi, Dinkes Buleleng Klaim Aman dan Sudah Sesuai SOP

BULELENG, balipuspanews.com – Untuk mencegah peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng. Selain mengajak masyarakat lebih aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) memakai metode 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang barang bekas). Dinas Kesehatan (Dinkes) juga mulai melakukan upaya fogging (pengasapan) menggunakan mesin Ultra Low Volume (ULV).

Kepala Dinkes Buleleng, dr. Sucipto saat dikonfirmasi Rabu (27/3/2024) mengatakan, untuk kasus DBD berdasarkan pola dari tahun ke tahun khususnya dari Januari hingga Maret terjadi peningkatan. Oleh sebab itu pihaknya berusaha mencegah lebih dini dengan fogging ULV yang sudah dimulai sejak Selasa kemarin di Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan Buleleng sampai dengan Minggu (26/5/2024) mendatang di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak.

Pihaknya juga mengklaim upaya fogging ULV lebih berdampak positif khususnya untuk lingkungan dan ekosistem, ketimbang menggunakan fogging biasa.

“Kami coba pahami pola peningkatan kasus setiap tahunnya, sehingga setelah semua terorganisir maka satu upaya tambahan selain 3M plus untuk mencegah kasus DBD yakni dengan fogging ULV,” jelas dia.

BACA :  Kecelakaan Tunggal, Pemotor Meregang Nyawa Dijalur Sidemen

Kemudian Sucipto menyebutkan akan ada sebanyak 27 desa/kelurahan di Wilayah Kabupaten Buleleng menjadi sasaran fogging ULV ini. Dimana untuk Kecamatan Buleleng ada sebanyak 20 desa/kelurahan seperti Kelurahan Banjar Tegal, Banyuasri, Kaliuntu, Kampung Anyar, Kampung Bugis, Kampung Kajanan, Kampung Baru, Banjar Bali, Banjar Jawa, Astina, Kendran, Paket Agung, Kampung Singaraja, Banyuning, dan Penarukan. Kemudian Desa Baktiseraga, Desa Tukad Mungga, Desa Pemaron, Desa Kalibukbuk, dan Desa Anturan.

Lalu untuk di Kecamatan Gerokgak akan ada tiga desa yang disasar diantaranya Desa Patas, Desa Gerokgak, dan Desa Celukan Bawang. Kemudian dua desa di Kecamatan Sukasada seperti Desa Panji dan Desa Kayu Putih Melaka. Sedangkan untuk sasaran yang terakhir ada Desa Kerobokan, dan Desa Kaliasem.

“Sebelum kami jadikan sasaran fogging ULV desa/kelurahan ini sudah kami selidiki secara epidemiologi. Jadi wilayah yang punya kecenderungan terjadinya kasus DBD, kami sasar fogging ULV,” sebutnya.

Pihaknya juga menambakan sekali turun melakukan penyemprotan melibatkan tiga sampai empat orang petugas yang akan mulai bekerja sejak pukul 02.00 sampai 06.00 WITA tergantung dengan situasi di lapangan. Waktu tersebut juga diklaim olehnya sudah sesuai dengan regulasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Karena lebih efektif membunuh nyamuk saat malam hari.

BACA :  Kawasan Yeh Leh Siap Ditata

“Untuk sekarang mesin ULV milik Dinkes Buleleng hanya ada satu. Kami laksanakan penyemprotan fogging ULV ini malam hari karena memang paling efektif waktunya, tapi tetap sebelumnya Kami sosialisasikan dan bersurat serta berikan pemahaman ke masyarakat terlebih dahulu bahwa ini langkah upaya cegah DBD,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular