Selasa, Juli 16, 2024
BerandaNewsHukum & KriminalFokus Kasus Pembunuhan Brigadir J, Mahfud MD: Isu Kerajaan Sambo dan Konsorsium...

Fokus Kasus Pembunuhan Brigadir J, Mahfud MD: Isu Kerajaan Sambo dan Konsorsium 303 Belum Pernah Dibahas Kompolnas

JAKARTA, balipuspanews.com – Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI, Mahfud MD menegaskan tidak tahu menahu tentang ‘Kerajaan Sambo’.

Mahfud yang juga Menkopolhukam mengatakan isu jaringan perjudian Kerajaan Sambo yang dipimpin Ferdy Sambo berkaitan dengan Konsorsium 303 belum pernah sama sekali dibahas Kompolnas.

“Diagram saya tidak pernah. Saya punya data banyak tapi itu tidak pernah dibahas (Kompolnas) karena itu di luar perkara ini (kasus pembunuhan Brigadir J). Saya juga tidak tahu itu sumbernya dari mana,” ucap Mahfud MD dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8/2022).

Penegasan disampaikan Mahfud MD, setelah Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan meminta Mahfud memaparkan rekomendasi perbaikan Polri dari Kompolnas atas beredarnya isu Konsorsium 303 dan Ferdy Sambo.

Isu Kerajaaan Ferdy Sambo dan Konsorsium 303 mengemuka terkait dugaan beking perjudian yang bagannya beredar di media sosial dan disebut-sebut dipimpin Irjen Ferdy Sambo dan menyeret sejumlah pejabat polisi.

“Saya tidak tahu-menahu tentang adanya jaringan Konsorsium 303 yang berkaitan dengan judi. Soal gambar-gambar itu saya sudah dapat but it not from my. Saya tidak tahu sama sekali. Yang saya baca di media itu Pak Teguh yang mengatakan itu, tapi saya katakan Kerajaan Sambo itu bukan dalam konteks gambar pembagian uang judi itu. Saya malah nggak tahu yang begitu,” kata Mahfud.

BACA :  Kalahkan Inggris 2:1, Spanyol Juara Euro 2024 

Dalam pandangan Mahfud, Kerajaan Sambo bukan dalam konteks pembagian setoran uang judi. Tetapi merujuk pada kedudukan Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam Polri yang memang memiliki kewenangan memeriksa, meneyelidiki dan menghukum terhadap personel Polri yang diduga melakukan pelanggaran.

“Saya malah enggak tahu yang begitu. Yang saya katakan itu Divisi Propam itu satu bintang dua kepalanya, biro ada tiga bintang satu, di mana setiap biro ini produknya harus diputus Pak Sambo, kalau dia menyelidik harus Pak Sambo, kalau dia menghukum harus Pak Sambo juga,” jelasnya.

Terkait persoalan ini, Mahfud mengusulkan agar Divisi Propam Polri kewenangan dipisah di tubuh Polri. Mahfud menganologikan pemeisahan kewenangan kekuasaan negara yang dikenal sebagai Trias Politica yang terbagi atas kekuasaan eksekutif (pemerintahan), yudikatif (peradilan) dan legislatif (pengawasan).

“Yang saya katakan itu Divisi Propam itu. Setiap biro ini kalau memeriksa ini harus diputus oleh Pak Sambo. Kalau dia harus, harus Pak Sambo. Kalau dia menghukum harus juga Pak Sambo. Kenapa ini tidak dipisah saja kayak kita buat Trias Politica. Yang meriksa dan yang memutuskan dan memutuskan beda dong,” ujar Mahfud.

BACA :  Diduga Mabuk, Bule Inggris Viral Usai Mobilnya Tabrak Pemotor dan Mobil Avanza di Sanur

Lebih jauh mengenai perkembangan kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat, Mahfud MD mengungkap skenario pertama Irjen Ferdy Sambo dalam kasus dugaan baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E di rumah dinasnya yang terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022.

Menurut dia, komisioner Kompolnas sempat dipanggil Sambo yakni Poengky Indarti dan Komisioner Komnas HAM.

“Saya bilang, ini ada isu di luaran bahwa Kompolnas dan Komnas HAM ini sudah disetir oleh sebuah skenario. Katanya sudah ada yang dipanggil dan diarahkan untuk jawab gitu,” kata Mahfud.

Lalu, kata Mahfud, salah satu Komisioner Kompolnas menjawab yang dipanggil mantan Kepala Divisi Propam Polri itu Poengky. Memang, Mahfud sempat panggil Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto dan Poengky ke rumahnya usia balik ibadah haji pada 24 Juli 2022.

Panggilan kepada Komisioner Kompolnas itu untuk menanyakan perkembangan kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah dinas Irjen Sambo, Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Lalu Bu Poengky menjawab, itu saya pak yang dipanggil oleh Pak Ferdy Sambo. Dia (Sambo) hanya nangis aja bilang, Mba Poengky saya (Sambo) ini dizolimi, istri saya dilecehkan. Kalau saya disana, saya tembak sendiri dia. Kata Mba Poengky. Sudah ada kata tembak sendiri,” jelas Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan.

BACA :  Diikuti 125 Peserta, Sekda Adi Arnawa Buka Turnamen Ceki Pura Pangrurah Sakti Cemagi

Selain dengan Kompolnas, Komisi III DPR RI juga menggelar rapat kerja bersama LPSK dan Komnas HAM. Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diagendakan oleh Komisi III DPR terkait pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang didalangi Irjen Ferdy Sambo.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular