Gandeng Pengusaha Ukraina, Seniman Rusia Gaungkan Perdamaian dari Bali

Kaligrafi yang bertemakan perdamaian yang dilukis di atap villa seluas 980 m2.
Kaligrafi yang bertemakan perdamaian yang dilukis di atap villa seluas 980 m2.

BADUNG, balipuspanews.com-
Warga Rusia dan Ukraina di Bali tidak ingin negaranya terus berperang. Sebagai bentuk keprihatinan, kedua warga berkolaborasi membuat pesan perdamaian. Seperti dilakukan seniman Rusia, Pokras Lampas yang menggandeng pebisnis properti asal Ukraina, Alex Stefan membuat kaligrafi yang bertemakan perdamaian.

Kaligrafi yang bertajung “World United”
nantinya akan terbentang di atas permukaan villa seluas 980 m2. Ini diklaim menjadi kaligrafi terbesar yang pernah ada di Indonesia.

Menariknya lagi, kaligrafi ini akan membawakan 5 bahasa, yakni Rusia, Ukraina, Inggris, Indonesia, dan Tiongkok.

Seniman Rusia, Pokras Lampas, mengatakan merasa senang bisa melukis diatas atap properti Alex Villas yang lokasinya strategis, sehingga bisa dilihat dari berbagai sisi.

Baca Juga :  Sejarah, Pesawat Emirates A380-80 Terbesar di Dunia Mendarat di Bali

“Dimanapun kita berada, perlu diingat bahwa dunia ini satu meskipun kita berasal dari negaradengan budaya yang berbeda-beda. Saya melukis “МИР ЕДИН” (Mir Yedin) yang berarti WorldUnited atau Dunia Bersatu dalam lima bahasa agar semua orang yang melihatnya bisa membawa
makna dari kata-kata ini ke dalam hati,” kata Pakras Lompas.

Dipilihnya Bali, katanya dalam pembuatan kaligrafi ini karena letaknya yang strategis sebagai tempat berkumpul berbagai orang dari mancanegara, mulai dari wisatawan, insan kreatif, dan pebisnis.

Lampas mengatakan, kaligrafi perdamaian ini dikerjakan selama dua minggu, mulai dari 16 Februari – 6 Maret 2022.

Sementara itu, pemilik properti, Alex Stefan, mengatakan Karya Dunia Bersatu ini bernafaskan toleransi, persahabatan, dan penghormatan satu sama lain.

Baca Juga :  Wabup Kasta Serahkan 4 Bantuan Sembako PMI di Kecamatan Banjarangkan

Ia mengakui sangat senang karena arsitektur bangunannya selaras dengan alam.

“Tentu sangat baik jika dengan karya ini, bangunan kami juga bisa selaras dengan manusia dari berbagai budaya,”tuturnya.

Sebagai pengusaha asal Ukraina, Alex menegaskan tidak menginginkan adanya perang yang sedang terjadi sekarang ini.

“Kami tidak menginginkan perang. Kami ingin membangun masa depan
bersama-sama. Kami mau perdamaian di seluruh dunia,”ungkapnya.

Kaligrafi dengan bertemakan perdamaian ini mendapat apresiasi dari Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Yuana Rochma Astuti.

Menurutnya, lukisan ini sangat sarat dengan makna di tengah situasi dunia yang sedang tegang. Dirinya mengaku bersyukur Bali menjadi tempat yang dipilih untuk melukiskan
kaligrafi perdamaian ini, mengingat citra Bali sebagai tempat yang penuh kedamaian.

Baca Juga :  Pohon Hayat Jadi Logo IKN, Ini Maknanya

“Indonesia, dan khususnya Bali, tentu sangat mendukung upaya perdamaian yang saat ini sedangdiusahakan berbagai pihak. Karena itu, kami sangat mengapresiasi bentuk seni ini sebagaiperwujudan dari keinginan rakyat dari seluruh dunia akan perdamaian,” ujar Yuana.

Perlu diketahui, Pokras Lampas dikenal dengan gayanya yang memadukan seni kaligrafi kuno dan
seni graffiti yang didapuknya menjadi sebuah aliran baru bernama “kaligrafuturisme”.

Pokrastelah menorehkan karyanya di Gedung tertinggi Roma, di kosmodrom Baikonur di tengah Rusia,dan gedung
Red October di Moskow, Rusia.

Penulis: Gde Candra
Editor: Oka Suryawan