Gandeng Sejumlah Negara, Undiksha Gelar ICLAAC Kedua

Salah satu ilustrasi hasil karya yang akan ditampilkan di ICLAAC Undiksha yang kedua
Salah satu ilustrasi hasil karya yang akan ditampilkan di ICLAAC Undiksha yang kedua

BULELENG, balipuspanews.com – Setelah sukses pada tahun 2020 lalu, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kini kembali menggelar International Conference Language and Art Across Cultures (ICLAAC) yang kedua dengan melibatkan berbagai negara.

Acara konferensi internasional yang digelar setiap dua tahun sekali itu bertajuk 2nd International Conference Language and Art Across Cultures (ICLAAC) dan melibatkan mahasiswa, mahasiswa luar negeri dan Dosen. ICLAAC yang kedua ini resmi dibuka dan berlangsung melalui secara online, Rabu (28/9/2022).

Dekan FBS Undiksha Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd menyampaikan bahwa melalui even internasional tersebut nantinya dapat ditampilkan berbagai hasil penelitian, karya, dan inovasi baik dari mahasiswa maupun dosen dari berbagai negara secara virtual sekaligus tidak ada batasan untuk yang ingin berkunjung.

Baca Juga :  Buleleng Raih Anugerah Meritokrasi 2022 dari KASN

Maka dari itu event ini, kata Prof Sutama adalah event ilmiah yang tentunya berisi perpaduan antara paparan karya tulis ilmiah dan paparan karya seni.

Khusus pada bidang seni mereka tidak mesti berkewajiban untuk menghasilkan karya tulis saja sebagai ciri mereka sebagai masyarakat akademis. Namun mereka diberi ruang untuk menampilkan karyanya, sebab kajian untuk di bidang seni, karya itu setara posisinya dengan karya ilmiah tulis yang dikenal pada bidang lain.

“Jadi melalui event dua tahunan ini juga dapat mensosialisasikan budaya atau karya seni khas Buleleng yang dapat dilihat ataupun dinikmati lebih luas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia 2nd ICLAAC Dr. IGA. Lokita Purnamika Utami, S.Pd., M.Pd. menyampaikan acara ini juga dirangkaikan dengan pameran seni visual internasional dengan tema Bricolage melibatkan 145 peserta yang berasal dari 7 negara berbeda diantaranya Indonesia, Thailand, Australia, Amerika Serikat, Israel, Spanyol, dan Meksiko.

Baca Juga :  10 Desa di Buleleng Dapat Program Infrastruktur Dasar Permukiman

“Jadi mereka akan menampilkan karyanya sendiri baik itu pahatan, grafis, fotografi, seni dan pertunjukan, lukisan, serta seni digital yang akan dinilai oleh kurator seperti Dr. Hardiman dari Indonesia, Elida Maria Matsumoto dari Jepang, dan Ângela Saldanha, Ph.D dari Portugal,” ungkapnya.

Disamping itu, Dr Purnamika menyebutkan ada empat pembicara utama dalam konferensi internasional ini yaitu, Prof. Mayuko Hara dari Osaka University, Jepang. Kedua, Dr Edwin Jurriens dari University of Melbourne, Australia. Ketiga, Dr. Hardiman, seorang kritikus dan kurator independen dari Bali. dan Keempat, Prof. Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A., dari Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia, adalah pakar dalam Pengajaran Bahasa Inggris Untuk Pembelajar Muda.

Baca Juga :  Bintang Belgia Eden Hazard Pensiun Dari Sepak Bola Internasional

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
balipuspanews android aplikasi
sewa mobil termurah dibali
sewa motor matic murah dibali