Minggu, Juli 21, 2024
BerandaKarangasemGanggu Kenyamanan, Warga Keluhkan Aktivitas Galian C di Tulamben

Ganggu Kenyamanan, Warga Keluhkan Aktivitas Galian C di Tulamben

Karangasem, balipuspanews.com – Warga Banjar Batu Dawe Kelod, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem mengadu ke Dewan terkait aktivitas galian C dilingkungan tersebut yang dinilai sudah mengganggu kenyaman warga.
Kedatangan tiga orang warga bersama Kelian Banjar Adat Kelisa Winangun, I Nyoman Darma diterima langsung oleh Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi diruang transit bersama Sekertaris Dewan, I Wayan Ardika dan bagian humas DPRD Karangasem.
Dihadapan Sumardi, Nyoman Darma beserta tiga orang warga, I Nengah Putu, I Made Swadnyana dan I Ketut Karya mengungkapkan keluh kesahnya terhadap aktivitas Galian C yang dinilai sudah menganggu kenyamanan warga seperti suara bising juga banyaknya debu berterbangan hingga membuat kesehatan warga terganggu.

Tidak sampai disana, debu juga dikatakan masuk sampai ke kamar warga, bahkan sampai ke bak bak penampungan air warga juga ikut dimasuki debu. Yang lebih parah, debu juga dikatakan sampai menyebabkan hasil pertanian menjadi turun lantaran debu menempel didahan dahan tumbuhan.

“Debu masuk sampai kekamar, bak bak penampungan air warga rasanya seperti mandi debu ketika aktivitas Galian itu belangsung,” kata Kelian Banjar Adat Kelisa Winangun, I Nyoman Darma saat bertemu dengan Ketua DPRD Karangasem, Senin (5/11/2018).

BACA :  Hektaran Lahan Kebun Mente dan Mangga di Desa Tianyar Tengah Hangus Terbakar

Dijelaskan Darma, bahwa ada dua perusahaan Galian C yang beroperasi dilahan seluas lebih dari 10 hektar dari pukul 08.00 wita hingga 17.00 wita. Sementara dilingkungan yang terkena dampak tersebut ada sekitar 90 kepala keluarga yang tinggal.
Sebelum akhirnya mengadu ke Dewan, Darma dan warga bersangkutan sudah beberapa kali komplin bahkan terakhir pada Kamis (1/11/2018) warga sempat bertemu dengan pemilik galian C tersebut untuk membicarakan permasalah yang terjadi, namun hasil pembicaraan tidak menemukan titik terang. Para pengusaha berdalih mengaku ijinnya untuk aktivitas penggalian sampai tahun 2019.
“Tidak ketemu titik terang, pengusaha ngaku ijinnya sampai tahun 2019 padahal di ijinnya hanya sampai tanggal 9 Desember 2018,” ungkap Darma.

Disamping itu, Darma juga menuturkan bahwa dulu ketika baru mau buka galian itu, pengusaha bersangkutan mengaku hanya akan melakukan aktivitas penambangan galian C selama 1 tahun saja, namun kenyataannya sampai saat ini tetap berjalan entah sudah diperpanjang atau belum menurut Darma warga tidak ada yang tahu persis lantaran tidak ada sosialisasi.

BACA :  “Pensiun” dari DPRD Karangasem, Sekretariat Berikan 6 Bulan Uang Representasi

Saat ini, keinginan warga menurut Darma tidak lain dan tidak bukan hanyalah Galian C itu harus ditutup untuk selamanya mengingat dampak yang ditimbulkan atas keberadaan galian C itu sudah mengganggu kenyaman warga.

Sementara itu, Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi terkait keluhan tersebut, pihaknya tetap menerima segala keluhan dari masyarakat dan melakukan pengkajian lebih lanjut serta berkordinasi dan merekomendasikan ke instansi terkait seperti satpol pp, perijinan dan lainnya sesuasi yang membidangi.

“Kedepan kami lembaga akan bersikap untuk memfasilitasi kedua belah pihak agar jangan sampai terjadi hal hal yang tidak diinginkan sehingga bisa diselesaikan secara baik baik,” kata Sumardi.

Disisi lain, terkait aktivitas Galian C, untuk memperoleh izin sesuai dengan peraturan saat ini ada beberapa hal yang penting harus dipenuhi salah satunya adalah persetujuan dari penyanding, nah jika tidak dapat persetujuan tentu ijinnya nanti baklan tidal bisa dikeluarlan.( igs)

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular