Garuda Indonesia gelar “Dharma Santhi Nyepi 1939”

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Pahala N. Masyuri

Denpasar, balipuspanews.com PT Garuda Indonesia menyelenggarakan “Dharma Santhi Nyepi Tahun Baru Saka 1939” dalam upaya menjalin silaturahmi karyawan dan antarumat beragama yang diselenggarakan di Sanur, Bali, Sabtu malam (6/5).

Ketua Bimbingan Rohani (Binroh) Hindu Wayan Susena mengatakan kegiatan “Dharma Santhi Nyepi Tahun Baru Saka 1939” tersebut dilaksanakan bagi umat Hindu dalam menyongsong tahun baru tersebut agar lebih baik dan menjalin rasa persaudaraan serta silaturahmi antarumat beragama di perusahaan BUMN tersebut.

“Kegiatan ini baru bisa dilaksanakan kembali. Sebelumnya kegiatan tersebut pernah dilaksanakan 15 tahun lalu. Acara ini bisa terlaksana berkat kerja sama semua pihak yang ada di Garuda Indonesia Group,” ujarnya.

Baca Juga :  Perizinan Investasi Harus Dibarengi Kemudahan Investor Menjalankan Usahanya

Susena mengatakan melalui kegiatan tersebut bisa membangun kerja sama yang lebih baik dalam meningkatkan kinerja di perusahaan. Termasuk juga menjalin silaturahmi antarkaryawan.

“Dharma Santhi tahun ini mengangkat tema `Dengan Catur Berata Penyepian Kita Tingkatkan Sinergi Garuda Indonesia Group Menuju Layangan Penerbangan Kelas Dunia`,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Pahala N. Masyuri mengatakan kegiatan silaturahmi antarkaryawan yang berkaitan dengan perayaan keagamaan sudah menjadi program dalam perusahaan.

“Acara semacam ini sudah menjadi program perusahaan, dan dikoordinir oleh masih-masing bimbingan rohani (Binroh) agama,” ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan tersebut harus terus dilakukan di masing-masing perayaan keagamaan, sebagai bentuk upaya menjalin kebersamaan dan keakrabatan antarkaryawan.

Baca Juga :  Siapkan Perempuan Hadapi Tantangan tahun 2023, XL Axiata Gelar FWP

“Kami mendukung kegiatan ini. Dan terus dilakukan di masing-masing Bimroh agama,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga mengundang narasumber rohaniawan Hindu Ida Pedanda Buruan Manuaba untuk memberikan “Dharma Wacana” atau siraman rohani berkaitan dengan memaknai perayaan Hari Suci Nyepi.

Para undangan dan karyawan nampak berbaur dalam kegiatan “Dharma Santhi Nyepi Tahun Baru Saka 1939”, dengan menggunakan busana khas Bali.