Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Gianyar, balipuspanews.com- Pemkab Gianyar melakukan trobosan untuk menyikapi dua areal bekas kantor dinas pendapatan ( Dispenda) dan dinas kesehatan ( Diskes). Bekas  kantor Dispenda yang beralamat dijalan Manik Gianyar itu akan dijadikan taman bunga untuk menjaga keasrian kantor bupati yang kebetulan satu areal. Sementara kantor Diskes akan dijadikan tempat parkir RS Sanjiwani karena selama ini masalah parkir menjadi kendala saat pengunjung mendatangi rumah sakit pemerintah terbesar di Gianyar itu.

Dua rencana strategis itu disampaikan langsung oleh Sekda Gianyar Made Wisnu Wijaya Kamis ( 7/6) 2018. Menurutnya, luas eks kantor Dispenda seluas 300 meter  persegi atau tiga are dan luas kantor Diskes seluas 375 meter persegi. Untuk memuluskan rencana tersebut kantor Dispenda sendiri sudah dibongkar sejak pertengahan Mei lalu.

“ Untuk itu kami melakukan pembongkaran dan memanfaatkannya sebagai  taman bunga agar menambah lingkungan yang asri dan indah,” ujar Wisnu Wijaya.

Mantan kepala Bapeda Gianyar itu menegaskan, pemanfaatan areal eks Dispenda sebagai taman bunga, mengingat kondisi gedung yang sudah tua dan sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar. Selain itu, jika dibiarkan akan merusak keindahan pemandangan sekitar yang notabene masih berada di areal kantor Bupati Gianyar.

“ Pemanfaatan sebagai areal parkir juga didasarkan kebutuhan dari RSUD Sanjiwani. Selain itu memberikan kenyamanan bagi pengunjung,” imbuh Wisnu Wijaya.

Terkait kenapa areal eks Dispenda tidak dimanfaatkan untuk pembangunan Dinas Kesehatan yang statusnya saat ini ngontrak lahan, menurut pejabat asal banjar Teges Gianyar ini, pembangunan gedung Dinas Kesehatan saat ini sedang diupayakan di kawasan Desa Buruan.

Data yang dihimpun di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar,  ada 2 bangunan yang dibongkar pada areal eks Dispenda. Sementara 1 bangunan berlantai dua eks Dinas Kesehatan.

“Pembongkaran dilakukan oleh pihak pemenang lelang. Total keseluruhan hasil penjualan bongkaran bangunan senilai Rp. 35 juta,” terang  Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar I Made Arianta. ( rls/sur)

Tinggalkan Komentar...