Sabtu, Juli 20, 2024
BerandaBulelengGeger, Mahasiswa Asal Papua Ditemukan Meninggal di Messnya

Geger, Mahasiswa Asal Papua Ditemukan Meninggal di Messnya

BULELENG, balipuspanews.com– Seorang mahasiswa berinisial DCDWA, 19, asal Kecamatan Obaa, Kabupaten Mappi, Papua ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di messnya tepatnya di Jalan Dewi Sartika Selatan, Singaraja pada Rabu (28/12/2022) pagi.

Berdasarkan informasi yang didapat dilokasi ditemukannya mayat mahasiswa Papua tersebut. Diketahui bahwa mahasiswa prodi Sejarah di Undiksha itu sudah sakit sejak dua Minggu terakhir dan memilih diam diasrama.

Namun ketika salah seorang temannya datang mengecek kondisinya ternyata sudah dalam kondis tidak bernafas.

Mendapati itu, korban sudah meninggal peristiwa itu langsung dilaporkan ke Polsek Kota Singaraja untuk dilakukan proses lebih lanjut. Terhadap jenazah korban langsung dilakukan proses identifikasi oleh Tim INAFIS Polres Buleleng untuk diketahui penyebab sementara meninggalnya mahasiswa semester 3 tersebut.

Setelah proses evakuasi selesai dilakukan jenazah pun langsung dibawa PMI Buleleng menuju ruang jenazah RSUD Buleleng.

“Jenazah saat ini dibawa ke RSUD Buleleng untuk dilakukan proses autopsi sesuai permintaan dari pihak keluarga. Terkait temuan ini kami akan lakukan proses penyelidikan terlebih dahulu sambil menunggu proses autopsi selesai,” ungkap Kapolsek Kota Singaraja AKP I Nyoman Pawana Jaya Negara ditemui dilokasi kejadian.

BACA :  Cium Kejanggalan Saat Verfak, Ismaya Menduga Ada Pihak Yang Ingin Menjegal Calon Independen

Disisi lain, Wakil Rektor III Undiksha, Prof. Dr. Wayan Suastra, M.Pd yang langsung datang ke lokasi kejadian mengatakan, berdasarkan informasi dari teman satu kamar korban disampaikan mahasiswa asal Papua itu meninggal akibat sakit sejak dua Minggu lalu.

Kemudian setelah mengetahui mahasiswa tersebut telah meninggal dunia, Prof Suastra langsung melakukan komunikasi dengan pihak keluarga dan selanjutnya untuk proses autopsi serta pemulangan jenazah ke tanah kelahiran korban, ditegaskan Prof Suastra akan dibiayai Undiksha.

“Sesuai permintaan keluarga tadi melalui telepon kami Undiksha akan memfasilitasi semua mulai autopsi hingga mengantarkan jenazah untuk dikirim ke tanah kelahirannya sesuai permintaan orang tua korban,” pungkasnya.

Penulis: Nyoman Darma
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular