Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

DENPASAR,balipuspanews.com-Aksi teror terjadi di rumah Putu Sunartawan di Jalan Irawan nomor 1 Banjar Liligundi Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, Kamis (14/3) dinihari. Pelaku tak dikenal diduga melempar molotov ke garase rumah korban hingga mengakibatkan dua unit motor sebagian terbakar.

Pelemparan molotov di rumah Putu Sunartawan berlangsung, Kamis (14/3) sekira pukul 03.00 dinihari, saat penghuni rumah sedang tertidur lelap. Menurut keterangan saksi penghuni kos, Rasimen (52), saat sedang tidur mendengar suara kendaraan sepeda motor berhenti di depan rumah.

Perempuan asal Cilacap Jawa Tengah itu mengira bahwa suara motor itu milik kendaraan anak-anak kos. Namun, ketika saksi melihat ke luar dari kaca jendela, muncul sinar terang seperti nyala api.

Sontak saksi cepat-cepat keluar dari rumah. Ia pun kaget setibanya di luar melihat motor milik tuan rumahnya yakni Honda Scoppy warna merah DK 3659 DE dan Honda Astrea Prima warna hitam DK 5803 DT, terbakar. Bercampur panik, saksi Rasimen berteriak kebakaran dan meminta bantuan.

Mendengar teriakan kebakaran, pemilik rumah Putu Sunartawan keluar dan berusaha memadamkan api yang terbakar di dua unit motor diparkiran. Dalam waktu tiga puluh menit, api berhasil dapat dipadamkan dengan air dan pasir.

Setelah api padam, dilokasi kejadian ditemukan pecahan botol dan sumbu pada garase depan kiri sepeda motor Honda Scopy. Sedangkan di sebelah barat juga ditemukan tutup botol berisi sumbu dan bau bensin. “Setelah api padam, ditemukan pecahan kaca dan sumbu serta bau bensin,” ujar sumber.

Versi dilapangan menyebutkan, terbakarnya dua unit motor di garase rumah korban diduga akibat pelemparan molotov. Pelaku melempar molotov dari luar pagar yang saat itu dalam keadaan terkunci dan penghuni rumah sedang tertidur lelap.

Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan yang dikonfirmasi wartawan terkait kejadian enggan menyebut terbakarnya motor akibat lemparan molotov. Ia hanya mengatakan, pelaku melempar dari luar pagar dua botol satu botol kaca dan botol plastik berisi minyak. “Nanti kami cek di lab minyak apa yang terkandung dalam botol tersebut. Masih kami dalami,” terangnya, Kamis (14/3). (Pl/bpn/tim)

Advertisement
Loading...

Tinggalkan Komentar...