Gelapkan Dana Nasabah, Eks Karyawan Bank Buleleng 45 Dipenjara

Singaraja, balipuspanews.com — Putu Ayu Aryandri, pegawai customer service di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 45 Buleleng cabang Kecamatan Seririt, terjerat kasus penyelewengan dana milik nasabah dengan total mencapai setengah miliar lebih.

Akibat ulah wanita Banjar Dinas Lebah, Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Buleleng, nasabah pun dirugikan setengah miliar lebih.

Kini, kasus penggelapan bergulir, dan penyidikakan melimpahkan berkas perkara dan barang bukti ke kejaksaan. Pelaku yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka, terancam mendekam di balik jeruji besi 20 tahun lamanya.

 

Kapolres Buleleng, AKBP Suratno mengatakan, penanganan kasus yang membelit Putu Ayu Aryandri ini sejatinya sudah dilakukan sejak November 2017 lalu. Namun atas petunjuk Bareskrim Polri, kasus baru dapat di ekspos ketika sudah P21. Artinya, Putu Ayu Aryandri kini telah ditetapkan sebagai tersangka per Selasa (4/9).

Penyidik akan melimpahkan berkas perkara dan barang bukti ke kejaksaan dalam waktu dekat.

Dibeberkan AKBP Suratno, modus yang digunakan oleh tersangka Aryandri terbilang sangat banyak. Tersangka Ayu menyalahgunakan kewenangannya selaku customer service dengan memindah bukukan transaksi, melakukan penarikan fiktif seolah-seolah nasbah menarik uangnya sendiri padahal hal tersebut tidak pernah dilakulan oleh nasabah. Kemudian, ada pula penyetoran tunai dari nasabah, namun uangnya tidak disetoran ke rekening milik nasabah tersebut.

“Namun, ada juga deposito, ternyata depositonya tidak disetorkan ke bank. Jadi total kerugian bank BPR 45 Buleleng itu Rp 635 juta. Tidak ada barang yang disita. Uang habis untuk keperluan sehari-hari,” terangnya.

AKBP Suratno pun menegaskan, tidak ada keterlibatan pihak lain dalam kasus penyelewengan dana nasabah ini. Artinya, tersangka Putu Ayu Aryandri murni melakukan tindakan tersebut seorang diri. Sementara, jumlah nasabah yang menjadi korban, sekitar 15 orang.

“Kasus ini terungkap saat kondisi keuangan bank tersendat, kemudian di audit ternyata ada kebocoran anggaran. Nasabah awalnya tidak ada yang sadar,” katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka Ayu disangkakan pasal 2 Undang-Undang Korupsi, memperkaya diri sendiri dengan kewenangan yang ada, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara serta denda Rp 20 Miliar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here