Sabtu, Juni 22, 2024
BerandaBangliGelar Media Gathering di Kintamani, OJK Bali Hadirkan Narasumber dari Polda Bali...

Gelar Media Gathering di Kintamani, OJK Bali Hadirkan Narasumber dari Polda Bali dan AFPI Waspadai Kejahatan Cyber Crime’ dan Pinjol Ilegal

BANGLI, balipuspanews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi BaliCyber Crime’ menggelar Gathering Sahabat Media dengan tema “Mekarya Ulian Tresna” di Kintamani, Bangli, Senin (11/12/2023).

Kegiatan itu diikuti puluhan wartawan media online dan cetak. Dari OJK Bali hadir langsung Deputi Direktur Pengawasan LJK 2 dan Perizinan OJK Bali Yan Jimmy Hendrik Simarmata dan Direktur Pengawasan LJK Ananda R. Mooy.

Media gathering dibuka langsung Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu yang diisi dengan Pemaparan dan diskusi mengenai Materi ‘Cyber Crime’ dengan narasumber dari Polda Bali, Kanit 4 Subdit V Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Bali I Made Martadi Putra dan Materi Fintech Peer to Peer (P2P) Lending dibawakan oleh Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat (Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) Made Wisnu Saputra. Acara diskusi dipandu oleh I Gusti Bagus Adi Wijaya.

Pada paparan yang disampaikan Made Martadi Putra, kejahatan siber crime yang ditanganinya meliputi penipuan online, ujaran kebencian, illegal acces, hacking/cracking, phishing, malware, pornografi online, judi online, pencemaran nama baik, dan pemerasan/pengancaman.

BACA :  Pj Bupati Gianyar Launching Program Pemusatan Latihan Atlet Gianyar (Puslag)

“Sementara modus kejahatan siber meliputi scam, phishing, social engineering, sniffing, dan money mule,” ujarnya

Lebih lanjut Martadi Putra memaparkan, ciri-ciri kejahatan siber antara lain toko online palsu dengan harga murah, mengaku sebagai petugas ekspedisi/Bea Cukai, bukti transaksi palsu, provokatif, dan memberi keuntungan/profit terlebih dahulu. Ciri lainnya berupa, meminta data pribadi/password/kode OTP, dan berpura-pura menjadi orang dikenal/perusahaan.

Made Mertadi Putra menambahkan kejahatan siber berpotensi dapat terjadi kapan saja dan di mana saja serta menimpa siapa saja.

“Tanpa kita sadari, kita pun dapat menjadi korban kejahatan siber terbaru. Karena itu, dia meminta masyarakat jangan mudah percaya dan memberikan data pribadi di internet. Think before click, saring sebelum sharing,” tegasnya.

Dia menegaskan, tidak ada sistem keamanan yang benar-benar aman, tetapi untuk situs profesional seperti Facebook, Twitter, internet banking dan lain-lain, celah keamanan yang sering dimanfaatkan hacker adalah kelengahan penggunanya.

Sementara Made Wisnu Saputra, Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) menyampaikan masih maraknya pinjaman online disebabkan celah/gap pendanaan yang masih besar mencapai Rp 1.650 triliun yang belum terlayani perbankan. Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum layak mendapatkan pendanaan dari bank fintech pendanaan bersama.

BACA :  Tanam 50 Pohon dan Tebar 15 Ribu Bibit Ikan di Desa Kesiman Kertalangu, Polisi Gandeng Perbekel

Penyebab lainnya, katanya, minim melakukan pengecekan legalitas, mudah tergiur pinjaman cepat dan bernilai besar, adanya nasabah nakal yang sengaja tidak membayar, penghasilan nasabah tidak cukup, serta gali lubang tutup lubang.

“Satu lagi kemudahan membuat aplikasi/situs/web bahkan ketika sudah diblokir dapat menggunakan nama lain dengan pelaku yang sama,” tegasnya.

Dia pun memaparkan peran AFPI dalam pengawasan dan perkembangan industri fintech P2P lending. Di antaranya menyangkut advokasi kebijakan dan sertifikasi. Sertifikasi menyangkut upaya menjaga kompetensi SDM industri guna tercipta ekosistem bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Sertifikasi diberikan untuk direksi, komisaris dan pemegang saham, supervisory dan desk collection.

AFPI juga memberikan edukasi dan literasi bekerja sama dengan OJK, BI, dan industri jasa keuangan. Selanjutnya AFPI membentuk fintech data center serta menegakkan kode etik. AFPI bertindak sebagai badan pengaturan mandiri yang memantau 101 penyelenggara LPBBTI.

Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular