Jumat, Februari 23, 2024
BerandaDenpasarGelar Pelatihan Banten, Ketua WHDI Denpasar Ajak Tetap Produktif Di Masa Pandemi

Gelar Pelatihan Banten, Ketua WHDI Denpasar Ajak Tetap Produktif Di Masa Pandemi

DENPASAR, balipuspanews.com – Pelatihan membuat upakara dalam rangkaian setiap upacara Agama Hindu kembali digelar Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar.

Pelatihan ini dibuka Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara di Gedung Wanita Santi Graha Denpasar, Kamis (1/4/2021).

Pelatihan ini berlangsung selama empat hari dengan melibatkan para peserta dari WHDI di empat kecamatan.

Untuk hari pertama pelatihan melibatkan WHDI Kecamatan Denpasar Utara.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyampaikan pelaksanaan pelatihan tetap pada disiplin prokes, penggunaan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Di samping itu para peserta dari WHDI kecamatan dibatasi hanya 20 orang peserta. Meski dalam masa pandemi Covid-19 para WHDI untuk selalu produktif, dengan pelaksanaan pelatihan.

“Setiap pelaksanaan pelatihan diikuti 20 orang peserta dari utusan WHDI Kecamatan yang ada tentu kami selalu menekankan pada prokes,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini menekankan pada pelatihan Banten Sambutan.

Banten Sambutan yang telah lumrah di buat oleh para ibu-ibu setiap otonan, maupun pada Hari Suci Galungan dan Kuningan.

BACA :  Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemkab Tabanan Gelar Pasar Murah

Sehingga pada pelatihan ini kita tekankan kembali pada cara pembuatan, bahan, hingga simbul dan arti dari setiap tatanan pembuatan Banten Sambutan ini.

Diharapkan dalam pelatihan ini para ibu-ibu dari WHDI Kecamatan dapat memahami dalam pembuatan Banten Sambutan serta dengan simbol-simbol yang ada dalam setiap isian Banten Sambutan.

“Dari pelatihan ini diharapkan ada timbal balik bagi ibu-ibu WHDI kepada lingkungan dalam membuat Banten Sambutan. Kalau bisa buat Banten Sambutan sendiri alangkah baiknya,” harap Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Sementara Ni Wayan Sukerti narasumber dari pelatihan Banten Sambutan menyampaikan setiap tatanan membuat banten sambutan ada arti dan simbol sesuai dengan sastra Agama Hindu.

Banten Penyambutan sebagai sarana upacara khususnya di Kota Denpasar pada saat memiliki anak yang telah giginya tanggal atau istilah Balinya maketus.

Disamping itu ada juga masyarakat menghaturkan Banten Sambutan pada saat Hari Suci Galungan dan Kuningan serta pada peringatan hari lahir atau otonan.

“Ini sudah biasa dibuat masyarakat di Denpasar, serta banten ini sangat penting sekali sesuai dengan sastra Agama Hindu,” ujarnya.

BACA :  Masterplan Pengembangan Pelabuhan Gilimanuk Akan Didesain Kembali

Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa isiian dari banten Sambutan ini diantaranya beras, buah-buahan, nasi, air suci atau tirta, canang hingga sarana lainnya.

Penempatan posisi sarana seperti penyeneng, buah-buahan dan sampian sudah ada aturan sesuai sastra dan ini tentu harus tepat tidak boleh salah karena upakara ini sebagai persembahan suci kepada Ista Dewata.

Salah satu peserta Ibu Peni dari Kelurahan Ubung menyampaikan ucapan terima kasih atas pelaksanaan pelatihan Banten Sambutan. Ia mengakui sering membuat banten sambutan namun baru kali ini dapat lebih memahami tentang isiian dari Banten Sambutan yang memiliki arti serta simbol.

Penulis : Gde Candra

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular