Gelar Prosesi Melasti, Warga Desa Antiga, Manggis Terapkan Prokes 3 M

Warga Antiga melasti ke pantai dengan memakai masker sesui protokol kesehatan Covid-19
Warga Antiga melasti ke pantai dengan memakai masker sesui protokol kesehatan Covid-19

MANGGIS, balipuspanews.com – Warga desa Antiga, Manggis, Karangasem, dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19, Rabu (28/10/2020), menggelar prosesi melasti di Pantai Yeh Malet serangkaian upacara Ngusaba di Puseh setempat.

Melasti kali ini dilakukan dengan jumlah warga terbatas sesuai paruman. Selain itu, pralingga dan pratima diiring ke pantai dengan kendaraan roda empat.

Karena berlangsung dalam pandemi Covid-19, warga diingatkan mentaati protokol kesehatan seperti menggunakan masker, sering mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).

Bendesa Adat Desa Antiga I Gede Mara kepada balipuspanews.com menyebutkan, pelaksanaan upacara melasti kali ini memang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasa diikuti oleh ribuan krama Desa Antiga.

Keputusan ini diambil sesuai kesepakatan bersama yang dilakukan bersama jajaran prajuru adat (pengurus Desa Adat) dengan kesepakatan melasti dilakukan dengan tidak berjalan kaki.

“Kami selalu berpedoman sesuai dengan surat edaran dari pemerintah provinsi Bali saat menggelar upacara adat di desa Antiga dengan tidak menggunakan seperangkat gamelan dan membatasi peserta untuk menjauhi kerumunan,” tegas Gede Mara.

Upaya ini dilakukan untuk bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19, mengingat situasi di tengah pandemi hal mendasar yang harus dilakukan yaitu taat terhadap Prokes.

Selain itu, pihaknya juga membagikan masker kepada masyarakat sebelum proses melasti berjalan. Baik untuk krama pemedek ataupun pemundut ida bhatara agar semua menggunakan masker.

Pantauan di lapangan, sekitar 20 mobil pick-up disediakan prajuru digunakan sebagai tempat jempana, lontek,tedung, krama pemundut, dan sarana menuju segara (pantai).

“Astungkara pelaksanaan melasti berjalan lancar sesuai harapan, masyarakat kami taat prokes,” sambungnya.

Lebih jauh Gede Mara mengungkapkan, terkait pelaksanaan Ngusaba Desa yang jatuh pada puranam kalima (31/10/2020) nanti, juga tetap akan dijalankan mengedepankan protokol kesehatan dengan mengatur jam sembahyang dengan bergiliran, menyediakan tempat mencuci tangan, tidak menggunaan gamelan, serta dengan melakukan penyemprotan disinfektan di areal pura.

“Selama ini masyarakat di Desa Antiga selalu taat dengan imbauan baik dari pemerintah maupun imbauan dari desa. Kami harapkan masyarakat selalu taat prokes, karena dengan melaksanakan 3M tersebut kita sudah ikut memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

PENULIS : Tim Liputan Covid

EDITOR : Oka Suryawan