I Gusti Ngurah Sudiana
I Gusti Ngurah Sudiana

DENPASAR, balipuspanews.com – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali masih mengecek kebenaran beredarnya selebaran yang menyatakan gempa yang terjadi pada Sasih kesanga sebagai tanda penderitaan rakyat .

“Ampura tiang cek dumun lontar pengelelindu pang ten iwang suksma atau mohon maaf saya masih cek lontar dulu biar enggak salah, ” kata Ketua PHDI Bali, I Gusti Ngurah Sudiana ketika dikonfirmasi terkait beredarnya selebaran soal tanda gempa Sasih kesanga, Kamis (19/3/2020)

BERITA TERKAIT:

Sementara itu dalam lontar Roga Sangara Bumi bila sasih kesanga (Maret) datangnya gempa secara terus-menerus, ramalannya negara tidak akan menentu dan para pembantu meninggalkan tuannya.

Disisi lain, dalam beberapa sastra juga disebutkan apabila gempa terjadi pada bulan Kesanga ( 9 ), dimana Bhatari Uma sedang beryoga.

Hal ini pertanda rakyat akan menderita dalam segala kegiatan. Di Bali terkenal dengan nama hujan api yang artinya hidup serba susah.

Sementara itu gempa tektonik berkekuatan M6,6 di wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara, Kamis (19/3/2020) membuat kota Denpasar dan Kota Mataram bergetar pada pukul 01.45 Wita.

Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, ST, Dipl, Seis, M.Sc mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter awal dengan magnitudo M=6,6 yang kemudian dimutakhirkan menjadi Mw=6,3.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 11.4 LS dan 115.04 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 305 km arah Selatan Kota Denpasar, Bali pada kedalaman 55 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( normal) fault)

Guncangan gempabumi ini dirasakan di Denpasar, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat, Kota Mataram IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, red ), Kuta, Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, Dompu, Lombok Utara III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu, red).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Hingga hari Kamis, 19 Maret 2020 pukul 03.04 WIita hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah

(Art/BPN/tim)