Selasa, Oktober 27, 2020
Beranda Bali Buleleng Genjot PAD, Pemkab Buleleng Berencana Optimalkan Retribusi Tower

Genjot PAD, Pemkab Buleleng Berencana Optimalkan Retribusi Tower

BULELENG, balipuspanews.com – Melihat beberapa peluang yang bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya di bagian retribusi yang masih dipandang belum maksimal sampai bulan oktober 2020. Maka dalam upaya optimalisasi pemungutan retribusi guna menggenjot PAD, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali membidik bangunan tower alias menara telekomunikasi yang berada di wilayah Kabupaten Buleleng.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Buleleng I Made Kuta mengungkapkan langkah tersebut sudah mendapat dukungan langsung dari anggota DPRD Kabupaten Buleleng. Mengingat upaya tersebut dinilai sangat berpeluang mengenjot PAD dan nantinya dapat dimanfaatkan dalam mendorong pembangunan di Buleleng.Bahkan hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Buleleng No. 1 tahun 2019 yang berkaitan dengan retribusi serta pengendalian menara Telekomunikasi.

“Sesuai dengan Perda Kabupaten Buleleng No. 1 tahun 2019 Tentang Retribusi dan Pengendalian Menara Telekomunikasi,” ujarnya, Kamis (16/10/2020).

Untuk saat ini pencapaian retribusi tower yang telah memiliki izin ini secara keseluruhan di tahun 2020 baru mencapai Rp. 92 juta lebih dari target sebelumnya mencapai Rp. 1,7 miliar lebih. Jumlah target tersebut dari total 270 tower yang ada di wilayah Kabupaten Buleleng.

Sehingga target tersebut belum secara maksimal dapat dicapai dikarenakan adanya pembatasan kegiatan di masa pandemi Covid-19 ini. Selain itu, sebagian besar dana kegiatan ini juga dialihkan untuk penanganan pandemi.

“Harapan kita kedepan ada tambahan anggaran untuk melaksanakan kegiatan pengendalian dan pengawasan terhadap sejumlah tower yang ada di Buleleng tersebut,” jelasnya.

Meski begitu, nantinya melalui retribusi yang diberikan oleh pihak swasta/pemilik tower tersebut, jika ini dapat tercapai secara maksimal dapat medorong PAD kira-kira hingga mencapai Rp. 1,7 miliar. Capaian itu dari 190 tower yang sudah dianalisa.

“Jika nantinya berdasarkan data yang ada mencapai 270 tower dapat di analisa, maka dapat dipastikan Pemkab Buleleng akan memproleh retribusi hingga Rp. 2 miliar lebih,” sebutnya.

Tak hanya itu terkait pengendalian dan pengawasan langsung tower-tower telekomunikasi ini bertujuan juga untuk melihat kembali apakah tower-tower tersebut masih layak atau tidak. Sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat. Tak hanya tower telekomunikasi, sejumlah bangunan yang belum memiliki IMB terus akan dilakukan monitoring langsung di sejumlah desa-desa. Agar sumber-sumber pendapatan daerah ini dapat maksimal.

“Semoga pandemi ini segera berakhir dan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung pendapatan daerah dapat dikerjakan. Jika PAD meningkat tentu pembangunan akan kembali lagi kepada masyarakat,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Mobil Terguling di Renon, Tidak Ada Korban Jiwa

DENPASAR, balipuspanews.com-Mobil Honda HRV terguling di Jalan Cok Agung Tresna Renon, Denpasar, pada Senin (26/10/2020) sore. Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of