Gerakkan Pemimpin di Daerah Menjadi Bapak Asuh Anak Stunting, Menteri Bintang Mengapresiasi Walikota Medan

Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengapresiasi langkah maju yang diambil oleh Walikota Medan, Bobby Nasution untuk menggerakkan sosok pemimpin-pemimpin di daerah menjadi Bapak Asuh Anak Stunting di Kota Medan. (dok. Humas)
Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengapresiasi langkah maju yang diambil oleh Walikota Medan, Bobby Nasution untuk menggerakkan sosok pemimpin-pemimpin di daerah menjadi Bapak Asuh Anak Stunting di Kota Medan. (dok. Humas)

JAKARTA, balipuspanews.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga mengapresiasi langkah maju yang diambil oleh Walikota Medan, Bobby Nasution untuk menggerakkan sosok pemimpin-pemimpin di daerah menjadi Bapak Asuh Anak Stunting di Kota Medan. Aksi penyematan Bapak Asuh Anak Stunting kepada seluruh pimpinan OPD ini merupakan hasil sinergi lintas sektoral oleh Pemerintah Kota Medan dengan BKKBN dan TNI Angkatan Darat.

Menteri Bintang percaya kolaborasi lintas stakeholder terutama dengan menggerakkan para pimpinan di daerah dapat menjadi daya dorong bagi percepatan penurunan angka stunting Nasional, dan Kota Medan khususnya.

“Penyebab stunting tidak hanya masalah gizi dan pola makan saja, tapi pola asuh, air bersih, sanitasi, juga penting. Termasuk masalah sosio-kultural, ekonomi dan politik. Saya mengapresiasi kegiatan ini, sebagai wujud sinergi kolaborasi gerakan kita bersama untuk mengatasi stunting sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Menteri PPPA dalam kegiatan Pencanangan TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan Terpadu dan Pengukuhan Bapak Asuh Anak Stunting, di Kec. Bengawan, Kota Medan, Sumatera Utara, dalam rilisnya, Jumat (28/10/2022).

Menteri PPPA menekankan agar pendampingan dan intervensi para pimpinan OPD yang telah dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting dapat menjamin hak-hak anak dan memaksimalkan penanganan stunting.

“Saya harap, Bapak Asuh Anak Stunting dapat memberikan kontribusi bagi penurunan angka stunting melalui upaya-upaya pencegahan, dan implementasi nyata di lapangan. Saya yakini akan sangat membantu penanganan kasus stunting jika dilakukan secara bersama dengan seluruh elemen masyarakat termasuk dengan pemerintah pusat dan daerah, stakeholder, tokoh adat, tokoh agama,” tambah Menteri PPPA.

Lebih lanjut Menteri PPPA juga mendorong pemerintah Kota Medan untuk mencegah Stunting dan msalah-masalah berkaitan dengan isu perempuan dan anak dengan intervensi di tingkat akar rumput melalui program Desa/kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (D/KRPPA) yang diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) besama Kementerian Desa dan PDTT dan Kementerian Dalam Negeri.

Pengukuhan Bapak Asuh Stunting di Kota Medan dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI Dudung Abdurachman selaku Duta Bapak Asuh Anak Stunting. Selain Wali Kota Medan beserta pimpinan OPD dilingkungan Pemerintan Kota Medan, unsur Forkompimda Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan yang dikukuhkan menjadi Bapak Asuh Anak Stunting di Kota Medan, Ketua TP PKK Kahiyang Ayu juga turut dikukuhkan sebagai Ibu Asuh Anak Stunting yang disematkan langsung oleh Menteri PPPA.

“Kami berkolaborasi dengan seluruh Forkompimda Kota Medan menjadikan diri kami sebagai orang tua asuh agar benar-benar apa yang kami ajak, dan suarakan sudah kami mulai dari diri kami sendiri. Orang tua asuh yang hari ini dikukuhkan berkewajiban setiap bulannya memberikan bantuan asupan nutrisi dan gizi berupa uang tunai Rp. 500.oo0 per anak per orang tua asuh,” tutup Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Penulis/editor : Ivan Iskandaria.