Golkar Pastikan Kader Solid Untuk Menang di Buleleng 2029

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih memberikan pengarahan dalam acara Pendidikan Politik (Dikpol) yang dihadiri oleh jajaran pengurus dan kader Golkar di Kabupaten Buleleng, Rabu (29/7/2026).

Politisi yang akrab disapa Demer tersebut menekankan pentingnya kerja politik yang berkelanjutan dan solidaritas internal untuk merebut kemenangan di masa depan. Ia juga mengingatkan para kader bahwa pelantikan kepengurusan hanyalah sebuah seremonial.

Secara substansi, keabsahan kepengurusan telah terjadi sejak terbitnya Surat Keputusan (SK). Oleh karenanya tegas politisi senior asal Desa Tajun, Buleleng ini, kerja-kerja politik tidak boleh terhenti hanya karena menunggu seremoni pelantikan.

“Pelantikan itu sebenarnya hanya seremonial. Secara aturan dan keabsahan, kepengurusan sudah terjadi melalui SK. Jadi, hal ini tidak mengurangi makna dari kerja-kerja politik kita,” tegas Demer yang juga anggota Komisi VI DPR RI.

Terkait menyongsong regulasi Perubahan UU Pemilu, Ia mengungkapkan, Undang-Undang Pemilu akan dibahas kembali setelah 17 Agustus 2026 mendatang. Bahkan disebutkan, akan ada beberapa opsi yang dipertimbangkan, termasuk penyesuaian jadwal Pilkada dan tindak lanjut keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

BACA :  WNA Inggris Ditemukan Tenggelam Saat Berenang di Crystal Bay Nusa Penida

Salah satu poin krusial yang disoroti adalah rencana penerapan parliamentary threshold (ambang batas parlemen) hingga ke tingkat kabupaten/kota. Jika ambang batas 4 (empat) persen diterapkan di daerah, maka partai-partai kecil terancam kehilangan kursi meski memperoleh suara.

“Kemungkinan Golkar dilirik tokoh-tokoh yang mau maju (nyaleg), karena kita partai terbuka. Ini harus menjadi penyemangat kita di Golkar untuk lebih percaya diri,” tegasnya.

Masih kata dia, pada Pileg 2029, Demer juga memasang target menang di Buleleng. Pihaknya optimistis Partai
Golkar mampu menjadi pemenang di Kabupaten Buleleng. Saat ini, posisi Golkar berada di peringkat kedua dengan selisih suara yang tidak terlalu jauh dari partai pemenang.

Nah, mencapai target kemenangan tersebut, pihaknya menginstruksikan para pengurus dan fraksi untuk mematangkan strategi, memperkuat basis data, serta melakukan pemberdayaan masyarakat secara nyata. Selain itu, kader diinstruksikan memanfaatkan media sosial dan grup WhatsApp untuk berdiskusi mengenai isu-isu yang berkembang di masyarakat.

Pesan Solidaritas dari Demer kepada jajaran, “Jangan Menginjak Kepala Teman” dihadapan para kader. Pihaknya menginginkan, meski terjadi persaingan internal, namun dilakukan secara sehat. Para calon
legislatif (caleg) kedepannya untuk saling membesarkan partai, bukan saling menjatuhkan atau “menjelekkan” rekan separtai demi kepentingan pribadi.

BACA :  Validasi 1459 Pemilih TMS, KPU Badung Temukan 44 Pemilih MD Masih Tercatat sebagai Anggota Parpol

“Kita ini berada di satu kapal, yaitu Golkar. Jangan ada yang mendayung ke
belakang, apalagi membocorkan perahu yang kita naiki. Mari berlomba-lomba dalam kebaikan. Jangan mau naik tangga dengan menginjak kepala orang lain,” pesan Demer.

Pihaknya menegaskan Golkar adalah partai yang sangat demokratis dan terbuka bagi siapa saja yang berprestasi, tanpa memandang asal-usul daerah.

“Contoh terpilihnya Bahlil Lahadalia yang berasal dari Papua sebagai Ketua
Umum sebagai bukti nyata keterbukaan partai,” pungkasnya.

Penulis : Nyoman Darma 
Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular